poskomalut.com
baner header

Kota Ternate dan Kepulauan Sula Zona Rawan Pilkada

TERNATE-PM.com, Jelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di delapan Kabupaten/Kota pada 9 Desember mendatang, Polda Malut mulai memetakan zona kerawanan pengamanan Pilkada.

Berdasarkan Analisa Intelijen, Keduanya terdapat dua wilayah yang paling rawan, yakni Kabupaten Kepuluan Sula karena 1 Polres membawahi dua kabupaten, sedangkan 1 lainya adalah Kota Ternate.

Kapolda Malut, Irjen Pol Rikwanto melalui Kabid Humas, AKPB Adip Rojikan mengemukakan, dari 8 Kabupaten Kota yang melaksankan pesta demokrasi pilkada serentak sesuai berdasarkan analisa intejen ternyata dua wilayah dianggap paling rawan.

“Memang Kabupaten/kota yang menggelar pilkada dianggap rawan. Namun paling menonjol sementara adalah Kota Ternate dan Kepulauan Sula”katanya, Rabu (8/7/2020).

Dikatakan Adip, pilkada saat ini sudah berjalan, tentu polda sebagai pemeliharaan kamtibmas mempunyai tanggungjawab menjamin keamanan masyarakat agar memilih kandidat sesuai keinginan masing- masing 9 Desember 2020.

Dari sisi kesiapan, untuk Polres jajaran sudah menyarahkan NPHD operasional sementara di kaji demi menjalankan tugas pengamanan semaksimal mungkin.“Personil yang dikerahkan nanti untuk membek-up pegamanan yakni 2 per 3 personil disiagakan”ujarnya.

Kendati, Adip kembali menegaskan dari kabupaten/kota menggelar pilkada sesungguhnya semua berpotensi memilik kerawanan. Namun terdapat dua wilayah dianggap paling rawan adalah Kota Ternate dan Kepulauan Sula sebagaimana anlisa intelejen Polda Malut.

“Banyak kerawanan namun ada beberapa idikator seperti rentang kendali di kepulauan sula, pengaruh kandidat terhadap simpatisan atau pendukung satu sama lain. Disamping itu soal jumlah penduduk atau suku terbanyak seperti Kota Ternate. Dan itu yang menjadi kesimpulan dari kami,” pungkasnya. (sam/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: