Mahasiswa Asal Malut Kembali Demo KPK

NAK- Malut, Rabu (122) kembali melakukan aksi unjukrasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK RI

TERNATE-PM, Sejumlah Mahasiswa asal Maluku Utara (Malut) yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Anti korupsi Maluku Utara (Malut) (ANAK- Malut ), Rabu (12/2/2020) kembali melakukan aksi didepan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK RI. Mereka mendesak ketua KPK RI Brigjen Pol. Firli untuk mengambil alih dugaan kasus korupsi yang ada di lingkup dinas pendidikan dan pengajaran (dikjar) Provinsi Malut.

Aksi tersebut terkait dugaan pengadaan satu unit kapal Nautika Kapal Penangkap Ikan. (NKPI) di SMK Swuasta Kabupaten Halsel, senilai Rp 7,8 miliar yang dikerjakan oleh PT. Tamalaenrea Karsatama. "Aksi yang kami gelar ini, hanya meminta kepada KPK agar segera mengambil alih kasus dugaan pengadaan Kapal Naoutika, karena program nasional yang diprogramkan oleh pemerintah pusat soal pengadaan kapal Naoutika di Malut, agar seluruh siswa di sekolah kejuruan SMK yang ada dapat belajar dengan baik dan mempunya skil," jelas Koordinator Lapangan (koorlap) aksi Sartono Halek Kepada wartawan melalui handphone Rabu (12/2/2020).

Sartono, yang juga Ketua DPD Gerakan pemuda marhaenis Malut  itu mengatakan, KPK harus punya dalil dalam penanganan kasus korupsi. Apalagi yang terjadi saat ini di Maluku Utara sangat fantastis dengan kasus korupsi. "Jadi kami minta KPK segera ambil alih dan lidik kasus ini. Mulai dari pengadaan kapal hingga simulatornya ini program nasional. Kami juga akan menggalang kekuatan lebih besar untuk aksi besar besaran di depan kantor gedung merah putih ini," ancam Sartono. (nox/red)

Komentar

Loading...