Mangkir dari Sidang AGK, KPK Panggil Kembali Reny Laos dan 10 Saksi Lain

JPU KPK, Rikhi B Maghaz. Foto|Aul.

TERNATE-pm.com, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal hadirkan 11 saksi yang mangkir dari sidang kasus dugaan korupsi dengan terdakwa mantan Gubernur Malaku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK), Rabu (5/6/2024).

Dari 15 saksi yang dipanggil, hanya empat hadiri sidang, yakni Pj Gubernur Malut, Samsuddin Abdul Kadir, Kepala Inspektorat, Nirwan MT Ali, Sekertaris Bapilitbangda, Idwan Hasbur Baha dan Suhardison Abdul Halik.

Adapun saksi yang mangkir persidangan; Kepala BKD Mifta Bay, karena menunaikan ibadah haji, Prof Saiful Deni terkonfirmasi ke keluar negeri.

Sementara dari pihak swasta; Elvis Ongky, Reni Laos, Silvester Andreas, Fahri M Imam, Gamalia Kaunar, Hartono, Sukardi Marsaoly dan Feny Tjokyonoto.

"Kalau Kepala BKD naik haji, pak rektor katanya keluar negeri, nanti kami panggil lagi," ungkap JPU KPK, Rikhi B Maghaz kepada wartawan di Pengadilan Negeri Ternate, Rabu (5/6/2024).

Rikhi mengharapkan, nama-nama masuk dalam daftar saksi datang pada sidang berikutnya. Karena kata dia, dari belasan nama tersebut diketahui mengirim uang ke AGK melalui ajudan.

"Kami mohon koordinasinya agar sidang ini berjalan lancar. Dan nama-nama yang ada pemberi gratifikasi ini benar-benar kami bisa konfirmasi kebenarannya apakah benar mereka mentransfer atau seperti apa  bisa dapat diungkap sebagaimana kita harapkan," tuturnya.

Kata Rikhi, jika pemanggilan pertama, kedua dan ketiga tidak hadir, pihaknya meminta majelis untuk dijemput paksa.

Ia menuturkan, jika pihak-pihak tersebut memang enggan datang atau tujuannya menghalangi pesidangan, bisa dikenakan pasal tindak pidana lainnya.

"Karena saksi namanya bersentuhan langsung dengan fakta perkara maka wajib datang kalau memang wajib jangan menghindari," tandasnya.

Terpisah, Reny Laos dikonfirmasi media ini menyabut dirinya berhalangan memberi keterangan, karena sedang menghadiri nikahan kerabat di Surabaya.

“Karena ada ponakan yang menikah di Surabaya, jadi saya sudah minta re schedule ke pihak KPK,” ujar Reny.

Ditanya untuk kesediaan hadir memberikan kesaksian di sidang lanjutan, Reny mengatakan “Mudah-mudahan bisa”.

Komentar

Loading...