Masjid Pohea Sanana Berpotensi Dibawah ke Ranah Hukum

Rombongan Komisi III DPRD saat meninjau Masjid Pohea

SANANA-PM.com, Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menepati janjinya, meninjau proyek pembangunan Masjid Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara yang hingga kini belum rampung. Peninjauan ini dipimpin langsung ketua Komisi III kepsul Lasidi Leko, Senin (25/11/2019).

Dalam kunjungan
tersebut, Komisi III menemukan sejumlah kejanggalan pada proses pembangun
masjid tersebut. Ketua Komisi III Lasidi Leko mengatakan, dilihat dari kondisi
fisik bangunan, maka sudah dapat dipastikan, pekerjaan masjid tersebut tidak sesuai
dengan rencana anggaran belanja (RAB) yang ditentukan dalam kontrak. Sebab
bukan hanya atap dan bagian lantai dua masjid yang goyang, namun beberapa balok
penyangga lantai dua masjid pun mulai mengalami keretakan. "Tadi kami
lihat langsung, ternyata pekerjaan masjid itu memang sangat amburadul, karena
balok penyangga lantai dua mesjid itu juga sudah mulai retak. Padahal belum
digunakan oleh jamaah setempat," katanya. 

Menurut Lasidi, Dinas pekerjaan umum perumahan dan kawasan pemukiman (DPUPRKP) selaku instansi terkait harus bterhadap proses pembangunan masjid tersebut. Sebab DPUPRKP tidak dapat melakukan pengawasan secara baik terhadap proses pembangunan. Selain itu, anggaran Negara yang digelontorkan untuk pembangunan masjid tersebut sudah mencapai Rp 4 miliar lebih. "Kami akan segera panggil DPUPRKP,  karena proyek itu melekat pada mereka sehingga harus bertanggungjawab," katanya.

Lasidi menambahkan, selain
DPUPRK, Komisi III juga akan memanggil seluruh kontraktor yang mengerjakan proyek
tersebut. "Kami akan penggil semua kontraktor, mulai dari yang kerja tahap
pertama, kedua, ketiga, keempat hingga kelima, agar mereka tidak saling menuduh,"
jelasnya. 

Lanjut Lasidi, setelah mendengar keterangan DPUPRKP selaku instansi terkait maupun kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, tidak menutup kemungkinan Komisi III akan merekomendasikan masalah tersebut pada pihak penegak hukum untuk diproses. (fst/red)

Komentar

Loading...