Maskapai Lion Air Mulai Operasi Jakarta-Ternate

lion_air

TERNATE-PM.com, Pesawat PT. Lion resmi melakukan penerbangan Charter Flight cargo di Provinsi Maluku Utara (Malut) di Bandara Babullah Ternate pada Senin (4/5) kemarin. Penerbangan maskapai Lion Air ini setelah mendapat izin penerbangan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen perhubungan udara untuk wilayah Indonesia Charter Flight cargo  JT3896 CGK-TTE (Charter For Cargo Only Nomor Kontrak Charter CGK-TTE :131/DZ-JT/IV/2020  Waktu Keberangkatan (sesuai slot) CGK : 17:40 UTC.

Kepala dinas perhubungan Malut Armin Zakaria menuturkan, pesawat grup Lion Air sudah  beroperasi masuk di Ternate pada hari ini (kemrain, red). Ini merupakan penerbangan khusus Cargo. Meskipun ada beberapa maskapai penerbangan udara sudah mengajukan permohonan izin, tetapi yang lebih dulu melakukan permohonan adalah Lion Air. "Makanya tadi (kemarin, red) mereka sudah masuk bawa cargo, " katanya.

Menurutnya, dengan adanya penerbangan Charter fligth izin khusus ini, ZNE, Tiki bisa melakukan pengiriman cargo, hanya tujuan Jakarta Ternate. ”Waktu Kedatangan (sesuai slot) TTE : 21:15 UTC Berlaku untuk satu kali penerbangan,” katanya. Sementara, penerbangan lokal antar kabupaten sudah ada pesawat printis Susi Air, yang sementara mengajukan izin ke gubernur untuk penerbangan cargo lokal kabupaten kota. "Belum ada izin, kemarin sudah ajukan surat, hari ini mudah - mudahan selesai pak sekda paraf Torang kirim ke gubernur tanda tangan," jelasnya.

Dijelaskan, penerbangan perintis kabupaten kota dengan tujuan  Ternate-Gebe, Ternate-Falabisahaya, akan tetapi  gugus tugas Provinsi minta agar masuk ke Sanana karena rute sudah ditentukan. Kalau perintis tidak bisa kemana - mana. “Sanana ada kesulitan untuk pengiriman spesimen karena itu gubernur minta masuk untuk membantu antar spesimen dari Sanana yang tertunda bisa dikirim lewat Susi air,” ujarnya.

Namun, kata dia maskapai Susi Air belum beroperasi karena masih menunggu izin gubernur,  setelah itu diajukan ke kemenhub untuk cargo maupun defiasi ke Sanana. "Jadi nanti gubernur menyurat ke Susi Air untuk  bikin defiasi ke Sanana, baru Susi air bikin permohonan  ke Dirjen perhubungan udara karena susi air ini penerbangan perintis yang ditugaskan oleh pemerintah pusat dibiayai oleh pemerintah pusat. Kalau dirjen perhubungan udara setuju baru bisa ke Sanana," jelasnya. (iel/red)

Komentar

Loading...