Mencuat di Persidangan, Uang dari AGK juga Mengalir ke Rekening Eliya Bachmid

Tujuh saksi dihadirkan dalam sidang AGK di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri Kota Ternate. Foto|Aul

TERNATE-pm.com, Nama Eliya Gebrina Bachmid mencuat dalam persidangan sidang kasus suap mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK).

Sidang kedua dengan agenda pemeriksaan saksi atas terdakwa AGK berlangsung di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Ternate, Rabu (22/5/2024).

Mantan Bendahara DPC Partai Gerindra Halmahera Selatan disebut saksi Zaldi A. Kasubah saat menjawab pertanyaan salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI.

Zaldi menyebut anggota DPRD terpilih dapil III Kabupaten Halmahera Selatan masuk dalam 10 rekening penerima uang dari AGK.

"Nama Elya Gebrina Bachmid ini masuk dalam 10 rekening yang menerima uang kasus suap AGK. Kalau tidak salah sekitar Rp20-25 juta yang saya transfer atas perintah Pak AGK," kata Zaldi saat menjawab pertanyaan JPU.

Eliya bersama 10 orang lainnya, Ismit Bachmid, Windi Claudia, Sarifa Faradila, kemudian Sarifa, Ramadhan Ibrahim dan Yasinta yang diktehui dikirimkan uang oleh Zaldi lewat rekening atas perintah AGK.

"Sebagian saya lupa nama, saya ingat-ingat dulu nama mereka. Tapi untuk Eliya sepengetahuan saya pernah menjadi kontraktor," terang Zaldi kepada JPU.

Diketahui, Sidang terdakwa Abdul Gani Kasuba dengan agenda pemeriksaan saksi ini, dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Rommel Franciskus Tumpubolon didampingi empat anggota.

Dalam dakwaan yang dibacakan sebelumnya, Eliya disebutkan turut memberi uang kepada AGK senilai Rp89 juta. Dia bersama ratusan orang lainnya memberikan sejumlah uang kepada mantan gubernur itu baik lewat transfer maupun tunai.

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI menghadirkan tujuh orang saksi yakni eks ajudan AGK, Zaldy H. Kasuba, Muhammad Fajrin, Rizmat Akbarullah Tomayto sespri, Ikbal B. Rahman ajudan/pamwal, Lucky Rajapaty kontraktor, Muhammad Nur Usman, wiraswasta dan Idris Husen alias Isto, Direktur PT. Pancona Katarabumi.

Setelah pemeriksaan saksi, Hakim Ketua Rommel Franciskus Tumpubolon kemudian menunda sidang, akan dilanjutkan, pada Rabu 29 Mei 2024.

Komentar

Loading...