MK Diadukan ke Polda Malut

Kantor Ditkrimum Polda Malut.

TERNATE-pm.com, Mantan calon Gubernur Maluku Utara (Malut) MK alias Muhammad Kasuba serta, YEP, SK, ES, RK (Anak MK), ET (Mantu MK) dipolisikan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun awak media, MK yang juga mantan Bupati Halsel dua periode itu dilaporkan LS terkait penipuan dan atau penggelapan uang senilai Rp5,2 miliar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2020 sampai 23 Februari 2021 di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut) yang diduga dilakukan terlapor MK dan kawan-kawan.

Saat itu, MK sapaan akrabnya bersama kawan-kawan diduga meminta sejumlah uang kepada terlapor dengan insial LS sebesar 5,2 miliar.

Uang tersebut untuk membantu dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Halsel pada 2020-2024.

Pada saat meminjam uang, pihak terlapor menjanjikan sebuah proyek, namun sejak dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Halsel terpilih sampai saat ini proyek tersebut tidak didapatkan.

Atas peristiwa tersebut, pelapor merasa dirugikan, sehingga melaporkan sehingga melaporkakan MK dan kawan-kawan di Ditreskrimum Polda Maluku Utara.

Itu dibuktikan dengan laporan polisi nomor:LP/B/22/V/2023/Ditreskrimum, tertanggal 29 Mei 2023, sebagaimana dalam pasal 378 dan pasal 362 KUHPidana.

Sementara, Dirreskrimum Polda Maluku Utara, Kombes Pol Asri Effendy saat dikonfirmasi membenarkan laporan pengaduan tersebut.

"Itu ada laporan pengaduan. Laporkan kapan saya nggak tahu tanggalnya, tapi seingat saya ada laporan masuk ada diproses,"ungkapnya.

Ia menyampaikan, saat ini tim masih melakukan pengkajian terhadap laporan pengaduan tersebut.

"Dikaji dulu laporan tersebut. Kita cek dulu yang dilaporkan fakta perbuatan peristiwa pidana atau nggak.  Didukung alat bukti atau nggak itu sedang diverifikasi,"ujarnya.

Asri menambahkan, kalau alat buktinya cukup pihaknya proses dan langsung dilidik (penyelidikan), sekarang lagi dikaji prosesnya.

"Dikaji dulu apakah laporan benar, didukung alat bukti nggak,"tandasnya.

Komentar

Loading...