Motoris Ternate-Jailolo Diprotes

Ilustrasi speedboat memuat penumpang melebihi kapasitas

JAILOLO-PM.com, Dinilai melanggar anjuran pemerintah, speed boat lintas Ternate - Jailolo kembali menuai kritikan dari berbagai penumpang. Ini karena, speed boat yang sementara beroperasi di tengah-tengah mewabahanya pandemi masih saja melakukan penambahan  penumpang atau tidak melakukan pembatasan penumpang.

"Padahal, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah bahkan  diterbitkan maklumat Kapolri di tengah-tengah  pandemi covid-19 ini agar selalu menjaga jarak, tidak melakukan kerumunan hingga pembatasan penumpang baik pada transportasi darat maupun laut.Namun, hal itu diabaikan," kata kepala UPTB Samsat Halbar, Afrida Doroda kepada wartawan, Senin (11/05). Salah satu speed boat  yang ditumpangi itu telah memuat penumpang dengan melebihi kapasitas dan  melanggar anjuran pemerintah.

"Ini bagaimana, adanya wabah pandemi corona  pemerintah sudah menganjurkan agar tidak ada yang saling berdekatan dimanapun tempatnya bahkan hingga pada alat transportasi darat maupun laut, tetapi buktinya mereka (ABK spitboot red) justru sengaja memuat penumpang sampai berdesakkan di dalam, bahkan tiketnya perorangan Rp 100.000," ungkap Kepala Samsat itu dengan nada kesal.

Ia juga berjanji akan melaporkan hal ini ke Polres Halbar agar ada peneguran, karena saat ini pemerintah maupun maklumat Kapolri untuk memutuskan mata rantai Covid-19 salah satunya harus dengan menjaga jarak. "Sementara dalam speed boat ini penumpangnya berdesakkan, jadi Dinas Perhubungan juga jangan tinggal diam dalam hal ini karena sangat berbahaya dengan keadaan sekarang ini,"ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Swandi Hi. Gani saat di konfirmasi Wartawan terkait masalah ini Kadishub membenarkan bahwa memang ada batas penumpang. "Jadi kalau speed boat yang penumpang normalnya 18 orang seperti speed boat tiga mesin itu di batasi hanya bisa muat 9 penumpang sementara speed boat yang penumpangnya di atas 50 penumpang itu di batasi hingga 25 penumpang," jelasnya.

Sementara untuk tiket itu di kembalikan ke speed boat  bagaimana menegosiasi dengan pihak penumpang sebab dalam situasi pandemi ini ada pembatasan penumpang. Kadishub menegaskan bahwa akan dilakukan evaluasi kembali, apabila kedapatan ada speed boat yang melanggar apa yang sudah menjadi peraturan pemerintah maka akan di kenakan sanksi. "Jadi nanti kami cek ke lapangan (Pelabuhan) kalau kedapatan ada  yang memuat penumpang melebihi kapasitas sebagaimana yang sudah di tentukan akan kami cabut surat izin berlayarnya," tutupnya. (wm01/red)

Komentar

Loading...