NHM dan Harita Nickel Lockdown

PT. NHM

TERNATE-PM.com, Dua perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Maluku Utara (Malut) akhirnya memutuskan karantina wilayah (Lockdown). Dua perusahaan itu adalah PT Nusa Halmahera Mineral’s di Halmahera Utara (Halut) dan PT Harita Grup di Obi, Halmahera Selatan (Halsel).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan meluasnya wabah Covid 19 ke wilayah operasional. Untuk Harita Nickel mulai Lockdown sejak 20 Maret 2020 lalu.

Head of External Relation Harita Nickel, Stevi Thomas mengungkapkan,
sejak diberlakukannya karantina wilayah, maka seluruh pekerja Harita Nickel
tidak ada yang boleh masuk maupun keluar dari wilayah operasional. Ini dilakukan
dengan melihat perkembangan bahwa orang yang positif Covid 19 di Indonesia
semakin bertambah, khususnya di Pulau Jawa.

“Harita sangat memperhatikan dan peduli dengan kondisi kesehatan
karyawan dan masyarakat sekitar. Sebagai perusahaan yang mengutamakan Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (K3) dalam melaksanakan operasional, langkah ini menjadi
upaya pencegahan agar wilayah operasional Harita terbebas dari Covid 19. Saat
ini, potensi penyebaran virus Covid 19 tidak hanya berasal dari luar negeri,
tapi juga dari dalam negeri,” ungkap Stevi.

Dia mengatakan, meski perusahaan melakukan karantina wilayah, namun
operasional tetap berlangsung seperti biasa. Karyawan tetap bekerja dengan aman
dan nyaman. Segala kebutuhan karyawan dipenuhi oleh perusahaan sehingga
karyawan tidak perlu ke luar lokasi tambang guna memenuhi kebutuhannya. “Dengan
melihat perkembangan yang ada, selanjutnya Harita Nickel melakukan karantina
wilayah. Sebelumnya, secara bertahap, pembatasan aktivitas perjalanan juga
sudah mulai dikurangi,” tambah Stevi.

Dia berharap, Maluku Utara (Malut) terbebas dari virus Corona. “Kami
juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak beraktivitas di luar rumah guna
mencegah terjangkitnya wabah. Mari kita bersama-sama mendukung Pemerintah dalam
upaya nasional menangani wabah Corona,” ujarnya.

Lockdown juga diberlakukan  PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) sejak 27 Maret 2020 hingga waktu tidak
ditentukan. Dengan Lockdown ini, para
tamu dan karyawan tak diperbolehkan masuk keluar di areal PT NHM. “Menindaklanjuti
surat pemerintah pusat melalui Dirjen Minerba tentang pencegahan virus corona
(Covid-19),” jelas SP Goverment Leaten PT. NHM, Hanny N.

Dia menyebutkan, pemberlakukan lockdown kepada seluruh karyawan yang
sudah cuti. Sehingga tidak lagi diperkenankan masuk kerja sampai 24 April 2020.
“Sudah tidak ada yang boleh masuk setelah kami lockdown, mulai 27 Maret 2020),”
jelasnya kepada wartawan, Minggu (28/03).

Meski demikian, lanjut Hany, management perusahaan hanya memperbolehkan karyawan tertentu yang bekerja dengan pemeriksaan kesehatan secara ketat. “Ada karyawan tertentu yang boleh masuk tetapi dalam pengawasan ketat. Terkait produksi tetap jalan seperti biasa, hanya saja melalui pemberlakuan pengawasan ketat," ujarnya. (mar/red)

Komentar

Loading...