poskomalut.com
baner header

Objek Wisata Sulamadaha Kehilangan Pengunjung

TERNATE-PM.Com, Empat tahun berlalu kondisi objek wisata pantai di Kelurahan Sulamadaha Kecamatan Ternate Barat Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) mengalami penurunan peminat. Padahal destinasi wisata yang berada di Kecamatan Ternate Barat pernah menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Ternate.

“Aktifitas wisata yang sempat pro aktif terhadap sumbangsih PAD maupun ekonomi warga Sulamadaha, kini menyisahkan fakta yang berbalik warga yang menjajalkan berbagai suguhan kopi dan pisang maupun dagangan lainya harus memiliki teknik supaya dagangannya laku,”kelu Sahril salah satu pedagang di wisata pantai Sulamdaha, kepada Poskomalut.com, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya, peminat wisata yang berwisata di Sulamadaha kekurangan peminat ini membuat pihaknya yang berjualan disini kadang harus gigit jari saat jajalkan tidak laku. Mestinya pemerintah kota memiliki strategi kebijakan untuk merangsang mobilisasi wisatawan lokal maupun internasional seperti stategi yang digunakan almarhum Samsir Andili mantan Wali Kota Ternate.

“Dari tiga puluh lima Kepala Keluarga (KK) yang beraktifitas disini dengan harapan membantu pendapatan keluarga, tapi saat ini kondisi objek wisata Sulamadaha mengalami kemunduran. Oh iyaaa jika soal omzet dan ekonomi para pedagang di pantai Sulamadaha mulai menurun memang cukup memprihatinkan kondisi ini,”ujarnya.

Disisi lain Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Ternate Nurlaela Syarif langsung menanggapi hal tersebut. Nurlaela bilang, pertama dampak ini berlaku secara global jadi memang kaitan wisata pantai di kota Ternate khususnya Sulamadaha juga terkena dampak. Memang Sulamadaha ini pernah menjadi icon pariwisata Kota Ternate karena panorama, pantai yang indah.

“Yah kami Fraksi Partai NasDem berharap perlu ada intervensi pemerintah kota khususnya Dinas Pariwisata mengandeng pihak mitra pemerintah seperti pertamina, perbankan agar penataan kawasan wisata sulamadaha kembali di maksimalkan,”tegasnya.

Lanjutnya, dan disamping itu masyarakat Sulamadaha dan para pelaku usaha juga diharapkan mau membuka diri untuk bisa berbenah memberikan pelayanan, karena pariwisata itu jasa yang ketika Sulamadaha bisa kembali menawarkan pelayanan wisata yang baik pasti jadi pilihan masyarakat. (Sam/red)



Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: