poskomalut.com
baner header

Oknum Guru Penganiaya Siswa di Taliabu Diberi Sanksi Tak Mengajar lagi

TALIABU-PM.com, Kepala cabang dinas pendidikan dan kebudayaan, Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), Syahrudin Saere kepada awak media di ruang kerjanya, kamis, (13/2/2020) mengatakan, dalam rangka pembinaan, Junaidin oknum guru SMA Negeri Lede yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap siswanya Adam pada Senin, (10/2/2020) , langsung ditarik masuk kantor cabang dinas.

“Untuk pembinaan, kita tarik dia dan tidak diberikan jam mengajar tetapi dia (Junaidin) dipindahkan sebagai staf dicabang dinas agar dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

Terkait dengan masalah hukum katanya, sambil menunggu proses hukumnya. “Sementara saya sudah proses dia punya surat tugas karena kalau SK tidak mungkin karena SK harus dari Gubernur. Besok saya ke Lede langsung saya serahkan sekaligus saya buat pertemuan dengan guru-guru,” ujarnya.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengamankan dia (Junaidin) dari keluarga disana jangan sampai ada hal-hal yang kurang enak tentu merugikan dia juga, sambil menunggu proses hukum. Menurutnya, sementara kami menahan di dinas cabang dulu sampai dia (Junaidin) menyadar kesalahannya.

“Tindakan ini sudah berulang-ulang kali, menurut kepala sekolah itu Adam adalah korban yang ke empat atau ketiga kali yang dipukul Junaidin dan ini masyarakat sudah tahu samua dan berakhir dengan urusan kekeluargaan tapi, korban kali ini orang tuanya tidak mau di selesaikan secara kekeluargaan, harus melalui jalur hukum agar mendapat efek jerah,” jelasnya.

Kata dia, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi untuk memediasi menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan karena itu Junaidin punya kesalahan sendiri. Namun, sebagai atasannya kami menahan di dinas cabang sementara waktu dari gejolak yang timbul di masyarakat dan keluarganya korban.

“Kejadian-kejadian sebelumnya kondisi korban cacat dia punya telinga sampai ada yang tuli, menurut beberapa orang itu sampai ketingkat pelecehan seksual, ini sesuai dengan keterangan dari kepala sekolah,” ucap Syahrudin sambil mengutip keterangan dari kepala sekolah SMA Negeri Lede.

Junaidin adalah guru pendidikan agama islam di SMA Negeri Lede. Pengakuan ketua PGRI juga bahwa, sikap guru yang bersangkutan kurang baik. “Kejadian itu berlangsung sejak kepala sekolah pa Daniel Hamid, mantan Sekretaris BKSDMA Pulau Taliabu dan beberapa kepala sekolah sebelumnya,” tutupnya. (Cal/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: