Oknum Polairud di Maluku Utara Hamili Selingkuhannya dan Nikah Tanpa Izin

Ilustrasi.

TERNATE-pm.com, Istri sah anggota Polairud Polda Maluku Utara Bripka TA telah dilaporkan ke Bidang Propam karena menghamili seorang perampuan berinisial R.

NA, istri sah oknum Polrairud tersebut menceritakan, sang suami bertugas di Kabupaten Halmahera Tengah. Awalnya ia medapat informasi bahwa perselingkuhan suaminya dari kakak iparnya sendiri.

"Kakak ipar memberitahu tahu bahwa suami punya perampuan (selingkuh) telah hamil, dan saya kaget," ujar NA, Jumat (23/9/2022).

Sontak NA langsung menghubungi suaminya, karena selama ini, NA merasa rumah tangganya tak bermasalah.

"Saya langsung hubungi suami saya untuk tanyakan tapi suami saya bilang jangan dengar itu, nanti saya kalao (balik) di Ternate," bebernya.

Setiba di Ternate, TA tetap membantah informasi tersebut hingga ia kembali ke tempat tugasnya. Begitu kembali barulah TA mengakui telah memiliki kekasih gelap berinisial R yang tengah hamil.

NA syok. TA lalu kembali lagi ke Ternate untuk mediasi dengan istri sahnya. Mediasi juga dihadiri ibu kandung TA.

"Waktu itu mertua peluk dan bermohon kepada saya supaya TA diizinkan menikah lagi. Awalnya saya tidak mau," ungkap NA.

NA pada akhirnya bersedia mengizinkan dengan syarat pernikahan hanya dilakukan agar si anak dalam kandungan R punya status ayah. Setelah itu TA dan R harus berpisah.

Namun saat mediasi di kantor Ditpolairud, R meminta uang Rp80 juta sebagai syarat nikah. NA menolak dan mengancam akan membatalkan izinnya. Lantaran tak ada kata sepakat, R mengurangi permintaannya jadi Rp40 juta. Permintaan ini pun tetap ditolak NA.

"Kalau sudah bayar, kenapa harus nikah? Karena nikah anak itu hanya tutup malu tapi dari agama kan tidak ada," cetusnya.

Tak hanya itu, sambung NA, R juga meminta setiap bulan harus diberi uang dengan nilai tertentu.

"Tapi dari kantor Polairud Polda Malut tidak mau karena tergantung gaji. Masih ada anak dan istri sahnya jadi tidak bisa, sehingga dikurangi menjadi Rp20 juta. Jadi perjanjian itu kasih Rp10 juta duluan nanti setelah anak lahir baru ditambah Rp10 juta," ucapnya.

Kesepakatan akhirnya, TA dan R akan menikah untuk status anak saja dan setelah itu keduanya tak akan berhubungan lagi. Bahkan R menyampaikan kepada NA jika ia tak ingin menikah lagi.

"Tapi ternyata di belakang keduanya masih menjalani hubungan dan menikah secara diam-diam di Weda. Pernikahan itu sekitar akhir 2019 menuju ke tahun 2020 lalu, bahkan anaknya itu sudah 1 tahun lebih," beber NA.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Bidang Propam Polda Maluku Utara pada 2021. Hanya saja laporan itu tidak ada progres. Mirisnya, sebelum membuat laporan di Propam, NA dipolisikan di Polsek Payahe atas pemukulan terhadap R. Setelah disidang di Pengadilan Negeri Soa Sio, NA divonis hukuman 1 bulan 15 hari.

"Saat itu ketika ditahan oleh jaksa langsung kartu ATM itu dikembalikan ke suami, dan suami nafkahi terakhir pada bulan Mei sampai sekarang sudah tidak lagi," tukas NA.

Di sisi lain, R justru diterima dengan baik oleh keluarga TA. Ia bahkan tinggal di rumah mertua mereka di Oba. Sementara laporan terhadap TA di Propam justru mandek.

"Saya harapkan masalah ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku karena suami menikah diam-diam. Jadi saya tidak terima baik, harus diproses," harapnya NA.

Komentar

Loading...