Paksa Tutup Apotek Desa Babang, Tim Satgas Covid-19 Dinilai Tak Paham Edaran Bupati

Pemilik apotek Safura Farma desa babang, Samil K

Daud : Atas nama satgas Covid-19
saya memohon maaf atas tindakan petugas

LABUHA-PM.com, Insiden tak mengenakan dialami Salah satu pemilik apotek Safura Farma, yang berada di desa babang kecamatan bacan timur, Samil Kamarullah.

Tepatnya Minggu (18/05) malam kemarin, tim satgas Covid-19 Halsel di lapangan memaksa tutup pada pembatasan aktivitas malam pukul 22:00 wit sesuai edaran Bupati nomor : 360/47/SATGAS/V/2020 tentang pembatasan sementara Halsel, dalam rangka percepatan penanganan covid-19. Padahal sudah jelas dalam edaran tersebut, pengecualian untuk keperluan distribusi barang kebutuhan pokok, obat - obatan, akses pemerintahan, tim medis Satgas Covid-19 hingga logistik.

Kepada wartawan Samil Kamarullah menyesali perbuatan tim satgas Covid-19 Halsel tersebut. Ia menilai petugas lapangan tak paham poin - poin dalam edaran Bupati Halsel Bahrain Kasuba.

" Kejadian tak mengenakan terjadi malam ini jam pukul 22.23 WIT di Apotek Safura Farma Babang. Tim satgas Covid-19 lengkap dengan seragam dan papan nama di leher datang dengan gerombolan masuk apotek memerintahkan apotek segera di tutup, karena melanggar edaran bupati terkait pemberlakuan jam malam. Ini lucu tim tidak paham Edaran Bupati pada poin 10 B pengecualian untuk beberapa pihak yang diperbolehkan buka hingga diatas jam 10 malam, termasuk Apotek,"jelasnya.

Terkait Maslah ini, pihaknya merasa dirugikan dan sudah melaporkan ke Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Halsel untuk ditindaklanjuti.

" Sadisnya, Salah satu anggota satgas berbaju Orens bahkan dengan suara keras seolah membentak Apoteker penanggung jawab Apotek. Apoteker yang bertugas berpegang pada surat edaran Bupati selain PP No.51 tahun 2009 Apotek dan Apoteker dalam berpraktek di lindungi Undang-undang, jika tidak minta maaf kasus ini akan berlanjut bahkan ke ranah hukum,"tegasnya mengancam.

Terpisah sekretaris Tim Satgas Covid-19 Halsel Daud Djubedi membenarkan, adanya poin yang memperbolehkan apotek buka diatas jam 10 malam, sementara terkait tindakan kekerasan tersebut, Pihaknya meminta maaf.

" Iya atas nama satgas Covid-19
saya memohon maaf atas tindakan petugas tadi malam, berhubung surat edaran itu baru diterapkan maka mereka juga ada yang miskomunikasi di lapangan, sekali lagi mohon maaf. Dan kami minta juga masyarakat untuk bisa memaklumi dan kalau ada hal yang kurang berkenan terkait penanganan covid tolong sampaikan di posko utama jangan di medsos sehingga kami bisa lakukan klarifikasi terima kasih atas pengertian baiknya,"tuturnya. (Dicha)

Komentar

Loading...