PDI-P Salurkan Bantuan Beasiswa Rp 300 Juta

Penyaluran beasiswa oleh Pengurus PDI-P Tidore

TIDORE-PM.com, Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI- Perjuangan Maluku Utara, M Noval Adam dan Ketua DPC Partai PDI-Perjuangan Kota Tidore Ahmad Laiman, Minggu ( 110/5) sore, menyerahkan secara simbolis  bantuan beasiswa sebesar Rp 371.575.000,- kepada perwakilan sekolah.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI- Perjuangan Maluku Utara M Noval Adam, di sela-sela penyerahan menjelaskan bantuan beasiswa ini merupakan program Indonesia Pintar 2019  yang dicanangkan Presiden RI Jokowi, yang kemudian diurusi langsung oleh anggota DPR-RI Dapil Maluku Utara dari Fraksi PDI-P  Irine Yusiana Roba Putri. Total bantuan untuk Maluku Utara sebesar Rp Rp 10 miliar secara keseluruhan dan Kota Tidore mendapat jatah sebesar Rp 300 juta lebih,’’ kata Noval.

Mewakili Irine, bantuan kemudian diserahkan secara simbolis oleh M.Naoval Adam, bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, kepada 3 perwakilan  sekolah di Kota Tidore Kepulauan, yakni  SMK Negeri 1 Tidore , SMK Negeri 2 Tidore dan SMA Negeri 10 Tidore. Bantuan diterima langsung oleh masing-masing kepala sekolah.

Bantuan tersebut diterima bervariasi, Sekolah Menengah Atas (SMA) mendapatkan bantuan kurang lebih Rp 1.000.000, Sekolah Menengah Pertama (SMP) kurang lebih Rp. 750.000, dan Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 450.000. " Bantuan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Jika dulu diambil oleh siswa tapi karena kondisi Covid pihaknya serahkan ke sekolah masing-masing sesuai arahan Irene dan sekolah melakukan pencairan baik di wilayah Tidore maupun daratan Oba,’ jelas Noval.

Sementara itu  Ketua DPC  PDI-P kota Tidore, Ahmad Laiman mengatakan kedepannya bantuan untuk Kota Tidore akan diupayakan agar naik dari yang diterima saat ini. Sebab, pemberian bantuan ini diberikan sesuai dengan data dari daerah. Kendala kota Tidore saat pengecekan data rata-rata  identitas para orang tua yang kurang mampu atau layak menerima seluruhnya berkapasitas wiraswasta di KTP. Hal ini menyebabkan sistem dapodik saat dibuka nama-nama yang diusulkan melalui Irene Roba sebagian besar ditolak.

Dengan begitu, PDI-P akan melakukan koordinas dengan dinas terkait maupun sekolah agar dapat diperbaiki sehingga dapat membantu sedikit keringanan bagi siswa yang kurang mampu  maupun berprestasi. Perubahan data pekerjaan bagi orang tua siswa yang tidak mampu perlu diperjelas, semisal sopir angkot atau ojek maupun nelayan perlu diisi sedemikian. Jika tidak maka dianggap mampu secara mandiri sesuai penilaian pemerintah pusat yang tidak melihat kondisi sebenarnya.(mdm/red)

Komentar

Loading...