Pekerjaan Puluhan Proyek di Taliabu Diduga Gunakan Asuransi Palsu

Ilustrasi pekerjaan proyek.

TERNATE-pm.com, Puluhan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga bermasalah.

Pasalnya, puluhan proyek yang dikerjakan selama kurun waktu 2020 sampai 2022 itu diduga menggunakan asuransi palsu, namun tetap diakomodir dalam proses tender.

Informasi yang dihimpun jurnalis poskomalut.com pada Kamis (10/8/2023), belasan asuransi palsu dipakai sebagai syarat untuk mengikuti proses tender terjadi sejak 2020, dan tetap berjalan hingga tahun kemarin.

Salah satu perusahaan, PT Asuransi Rama Satria Wibawa yang namanya dipakai untuk proses tender di Maluku Utara merasa dirugikan. Perusaahn asuransi tersebut langsung mengambil langkah hukum dengan membuat laporan polisi di Polda Maluku Utara.

PT Asuransi Roma Satria merasa tidak pernah mengikuti proses tender di Maluku Utara.

Poyek yang diduga dikerjakan karena menggunakan asuransi palsu diantaranya pembukaan jalan Desa Talo yang dikerjakan CV. Regan Pratama dan pembukaan jalan baru Lede-Nggele, dikerjakan CV. Tri Sakti di tahun 2020.

Sementara untuk proyek di 2022 diantaranya adalah normalisasi sungai ratahaya yang dikerjakan CV. Regan Pratama dan pembangunan gorong-gorong Kecamatan Taliabu Barat yang dikerjakan CV. Dwi Taira Pratama. Dan, proyek pekerjaan MCK desa Pancado yang dikerjakan CV. Doku Oha.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes (Pol) Michael Irwan Thamsil dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Iya, laporannya memang ada dan itu masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.

Dalam tahap penyelidikan atas laporan yang masuk, menurutnya sejumlah pihak yang diduga terkait akan diundang untuk dimintai klarifikasi tim penyelidik.

“Yang pasti, semua pihak-pihak yang terkait akan kami panggil untuk dimintai klarifikasi,” pungkasnya.

Komentar

Loading...