poskomalut.com
baner header

Pelamar Nakes di Morotai Diduga Gunakan STR Palsu

MOROTAI-PM.com, Sejumlah pelamar dari Tenaga Kesehatan (Nakes) baik perawat maupun bidan yang mendaftarkan diri untuk mengikuti tes seleksi  Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Pulau Morotai tahun 2021, diduga kuat melakukan pemalsuan dokumen. Dugaan pemalsuan dokumen agar bisa lolos administrasi itu dengan membeli Surat Tanda Registrasi (STR). Salah satunya Nakes yang bekerja di Morotai berinisial IB. IB dikabarkan tidak pernah mengikuti tes kompetensi hingga tahun 2021 ini. Namun, tiba- tiba dirinya sudah memiliki STR dan sudah lolos verifikasi berkas pada tes CPNS di Morotai tahun 2021.

“Ada dugaan dia (IB) gunakan STR palsu karena tidak lulus saat mengikuti ujian kompetensi. Dia dan beberapa orang saat ini sudah lulus verifikasi berkas, diduga STR-nya palsu karena beli,” ungkap sumber terpercaya di dinas kesehatan.

Meski tanpa mengikuti uji kompetensi dan STR-nya diduga dibeli, kode barkot dalam STR tetap terbaca di sistem. Hanya saja, yang perlu dilihat dan tidak bisa dimanipulasi yakni kode nomor seri STR yang tidak dibaca oleh sistem.

“Kode barkotnya memang asli, bisa terbaca di sistem tapi nomor seri STR tidak bisa direkayasa dan itu sudah dicek di pusat nomor serinya tidak terbaca. Artinya ini diduga kuat palsu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, STR merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Tenaga kesehatan yang telah memiliki STR dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan. STR dapat diperoleh jika setiap tenaga kesehatan telah memiliki ijazah dan sertifikat uji kompetensi yang diberikan kepada peserta didik setelah dinyatakan lulus ujian program pendidikan dan uji kompetensi. Selain itu ijazah diterbitkan oleh perguruan tinggi peserta didik sertifikat uji kompetensi yang diterbitkan oleh DIKTI.

Terkait dugaan pemalsuan dokumen, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Morotai Kalbi Rasyid, ketika dikonfirmasi menegaskan jika terdapat pelamar yang melakukan pemalsuan dokumen akan diberikan sanksi tegas.

“Kami akan verifikasi kembali. Kalau terbukti akan digugurkan,”tegasnya. (Ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: