Pembangunan Jalan Lingkar Nusliko Halteng Dipalang

Pembangunan Jalan lingkar nusliko yang dipalang pemilik lahan

Pemilik Lahan Marah, Lantaran Pemda Bongkar Lahan Tanpa Koordinasi

WEDA-PM.com, Proyek pembangunan jalan lingkar Nusliko dipalang pemilik lahan. Pasalnya, lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan lingkar nusliko di sebelah selatan itu belum dibayar. Pemalangan ini dilakukan oleh pemilik lahan dengan tujuan memberhentikan proses pekerjaan sampai lahan mereka dibayar. Jika tidak ada kejelasan pemalangan belum dibuka.

Hendra, salah satu pemilik lahan mengatakan,
pemerintah daerah (Pemda) Halmahera Tengah, tidak pernah berkoordinasi dengan
mereka selaku pemilik lahan. Menurutnya, langkah yang diambil Pemda dalam hal
ini Bagian Tata Pemerintahan dan Perbatasan  Setda Halteng, menunjukan
bahwa mereka tidak punya rasa kemanusian. Sebab, mengambil kebijakan
pembebasan/pembongkaran lahan tanpa koordinasi terlebih dulu dengan mereka
selaku pemilik lahan.

"Saya marah karena Pemda tak punya etika. Seharusnya, ada pembicaraan awal sebelum lahan itu dibebaskan, jangan main bongkar tanpa kordinasi maupun pembicaraan dengan kami selaku pemilik lahan," kata Hendra saat melakukan pemalangan, Rabu (26/2/2020).

Ia menyatakan, selain lahan dibongkar
sejumlah tanaman seperti kepala juga ikut digusur habis. Menurutnya, lahan yang
dibongkar untuk pembangunan jalan lingkar nusliko itu memiliki sertifikat. "Lahan
kami ada sertifikatnya, suratnya dari tahun 1976 pada waktu itu ditanda tangani
oleh kepala sub direktorat agraria Kabupaten Halmahera tengah pada tanggal 8
Mei 1976 dengan No surat, No. : 01/PL/HM/KW/1976 atas nama orang tua saya Simon
Ngabalin,"jelasnya.

Menurutnya, bagian pemerintahan Setda
Halteng sebelum melakukan pembongkaran lahan sudah melakukan sosiisasi, akan
tetapi setelah sosialisasi itu tidak ada lagi pembicaraan lanjut mengenai
pembebasan lahan. "Bagian pemerintahan melaksanakan sosalisasi, tapi
setelah itu tidak ada lagi pembicaraan pembongkaran sampai ke pembebasan
lahan," katanya.

Ia menjelaskan, di bulan Desember  2019
lalu, kakak nya menghubunggi Kabag pemerintahan untuk mempertanyakan kejelasan
tentang lahan mereka yang sudah digusur. Dari hasil komunikasi itu kabag
pemerintahan menjanjikan pada awal tahun 2020 akan segera diselesaikan.

"Pada Januari 2020, kami kembali
mempertanyakan tentang kejelasan pembayaran pembebasan lahan. Namun lagi lagi
Kabag menjawab mana dokumen,? Harus ada keterangan kades supaya kita buat
permintaan. Ini bukan beli rokok atau kue,” ungkap Hendra mengutip percakapan
Kabag pada pesan Whatas App.

Kabag Tata Pemerintahan dan perbatasan Setda Halteng, Sofyan Abd Gafur hingga berita ini dimuat belum berhasil dikonfirmasi, terkait pembayaran pembebasan lahan proyek pembangunan jalan lingkar nusliko. (msj/red)

Komentar

Loading...