poskomalut.com
baner header

Pembukaan STQN, Tamu VIP tak Kebagian Tempat Duduk

Nasrin: Peran Protokol Masing-masing Kepala Daerah Penting

SOFIFI-PM.com, Gubernur Maluku Utara, KH Abdul Gani Kasuba, selaku penanggung jawab pelaksanaan STQ Nasional tahun 2021 di Sofifi kembali tercoreng di hadapan para tamu undangan VIP lantaran ulah kerja panitia daerah STQ yang tidak matang pada acara pembukaan STQ Nasional yang dibuka langsung Menteri Agama RI. Sebagian tamu undangan seperti bupati, rombongan Menteri Agama dan anggota Deprov Malut tidak mendapatkan tempat duduk, padahal diundang sebagai tamu VIP.

Amatan wartawan di lokasi, beberapa anggota DPRD Malut, meninggalkan lokasi acara pembukaan STQ Nasional di halaman Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi, lantaran terlalu lama berdiri.

”Tidak apa-apa, kami tidak mendapatkan tempat duduk, yang penting para kafilah dan tamu undangan dari luar daerah bisa duduk,”singkat salah satu anggota Deprov Iskandar Idrussaat, di halaman Kantor DPRD Malut, Sabtu (16/11/2021).

Salim Taib, yang mendampingi Menteri Agama RI dan rombongan sangat menyesalkan kinerja panitia daerah dalam kesiapan acara pembukaan STQ Nasional, sehingga para rombongan Menteri Agama terdiri dari esolon 1B dan 2 tidak mendapatkan tempat duduk pada acara pembukaan STQ Nasional. Mestinya panitia memblok kursi para tamu undangan.

“Mendampingi Gus Menteri Agama RI dari bandara hingga Sofifi kita ditransitkan di rumah dinas Sekda jam 8 dijemput oleh pak gubernur, sampai di panggung mestinya panitia lokal memblok kursi duduk untuk menteri dan rombongannya. Karena tidak diblok kursi hanya menteri rombongan menteri itu terdiri dari esolon 1B dan 2. Mereka (rombongan Menteri Agama) tidak mendapat tempat duduk akhirnya saya ajak mereka kurang lebih 5 orang untuk duduk di belakang panggung depan masjid di (leger mesjid) ditegur oleh Satpol PP kita ikuti tiba-tiba orang lain duduk. Satpol PP dong haga-haga diprotes la oleh rombongan menteri itu kami duduk kalian larang. Begitu orang lain duduk kalian biarkan. Saya langsung ajak rombongan Pak Menteri duduk dalam bus depan pintu masuk utama arena dengan harapan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kesal Salim, dalam group WhatsApp AGK YA-PUSINFO, Minggu (17/10/2021).

Panitia daerah jangan menganggap reme karena hanya menteri Agama RI yang hadir, namun kehadiran Menteri itu mewakili Presiden RI. Rombongan Menteri Agama RI itu terdiri dari esolon satu dua orang, karo umum dan beberapa orang lainnya.

”Pak Menteri Agama itu atas nama Presiden bukan menteri agamanya. Ini panitia lokal pandang enteng sekali mungkin bafikir bukan Presiden kong hanya menteri agama jadi bagitu bentuk pelayanannya padahal membuka atas nama Presiden RI,” katanya.

Bukan hanya rombongan Menteri Agama RI dan anggota deprov yang tidak mendapatkan tempat duduk, namun beberapa kepala daerah juga tidak mendapatkan tempat duduk yang disiapkan panitia daerah STQ Nasional.

Informasi yang dihimpun, wartawan, kepala daerah yang meningalkan lokasi STQN karena tidak mendapatkan tempat duduk seperti Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, Bupati Pulau Morotai, Beny Laos, Wawali Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, Wakil Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba.

Ketua Bidang Publikasi dan IT Panitia Daerah STQH Nasional ke XXVI Malut, Rahwan K Suamba yang juga Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Malut, yang membawahi Keprotokolan Pemprov saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di WhatsApp Minggu (17/10) tidak memberikan keterangan.

Sementara Kasubag Protokol Biro Adpim Setda Malut, Nasrin, saat konfirmasi melalui pesan WhatsApp mengaku pihak protokol telah memasang lebel semua kursi tamu VIP dalam pembukaan STQ Nasional. Kadang lebel yang sudah pasang itu copot.

“Terkait lebel kursi itu semua sudah di tempel. Cuma sudah menjadi tradisi di setiap iven-ivent nasional itu sering protokol lain ketika amankan pimpinannya suka main copot lebel,”katanya.

Nasrin, mengaku semua tempat duduk telah disiapkan bahkan setiap tempat duduk telah pasang label masing-masing, namun yang menjadi masalah semua menginginkan duduk di deretan depan. Kadang juga ada tamu yang terlambat sudah diisi oleh tamu lain.

“Untuk para gubernur yang hadir semua sudah ditempel lebel VIP, baik pusat maupun daerah . Dan yang jadi masalah semua menginginkan mau duduk deretan depan sementara secara aturan tata tempat sudah disesuaikan. Selain itu karena ada para gubernur yang terlambat kursi sudah terisi oleh tamu yang lain,” bebernya.

Ia juga menjelaskan, kursi para  bupati wali kota itu di blok B. Ini juga diperlukan peran protokol masing-masing para kepala daerah dengan harus siap di tempat.

“Hal ini sering dilakukan oleh protokol pemprov dalam melayani gubernur di setiap event,”ungkapnya.

Ia menambahkan, tempat duduk untuk rombongan Menteri Agama RI juga baik dirjen maupun staf khusus bahkan dilebel, namun saat tamu datang dalam jumlah yang banyak tidak lagi terkontrol.

”Kami telah siapkan cuma pada saat tamu mulai berdatangan dalam jumlah yang banyak sudah tidak terkontrol, karena staf protokol di lapangan tidak lagi saling kenal pejabat,” kata Nasrin mengakhiri. (iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: