Pemkot Ternate Diminta Serius Tanggulangi Bencana

Ketua komisi III DPRD kota Ternate, Anas U Malik

TERNATE-PM.com, Komisi III DPRD Kota Ternate meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate agar serius memberi perhatian soal penanggulangan bencana di Kota Ternate. Hal ini, mengingat beberapa bulan terakhir ini Kota Ternate sudah dihantui beberapa bencana alam.

"Ada erupsi, tsunami, longsor,  banjir, lahar dingin dan lain-lain. Pokoknya, semua sembilan kategori bencana itu ada di Kota Ternate. Pemkot harus peka terhadap kondisi ini," ungkap Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Anas U Malik, beberapa waktu lalu.

Untuk menanggulangi ini, kata dia Pemkot Ternate harus mengalokasikan anggaran yang cukup, sesuai dengan kebutuhan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate sebagai instansi yang memiliki tugas pokok soal kebencanaan.

Menurutnya, yang penting juga saat ini, BPBD harus banyak melakukan upaya mitigasi. Sekarang, kata dia yang dipantau Komisi III sudah dipasang semua jalur-jalur evakuasi, tetapi belum ada simulasi.

Padahal seharusnya, ada simulasi agar masyarakat paham betul bagaimana ketika ada bencana masyarakat bisa mengikuti jalur-jalur evakuasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Tapi kalau hanya menganggarkan soal pemasangan jalur, kemudian tidak ada sosialisasi dalam bentuk simulasi sama saja," ujarnya.

Ditanya soal anggaran Dana Tidak Terduga (DTT) yang dialokasikan untuk penanganan vaksinasi Covid-19, kata dia jika ini menjadi instruksi pemerintah pusat  mengalokasikan anggaran DTT untuk vaksinasi tidak menjadi masalah.

"Karena vaksin ini sudah terdistribusi ke puskesmas dan dalam beberapa minggu terakhir sudah dilakukan vaksinasi. Maka daerah juga menyesuaikan  dengan kebijakan pusat," terangnya.

Meski begitu, kata dia Komisi III selalu mengingat ke BPBD Kota Ternate untuk selalu melakukan pemantauan bagi kelurahan yang rawan terjadi bencana. Sehingga, bisa meminimalisir korban jiwa ketika terjadi bencana itu yang penting.

"Antisipasi dan ikhtiar pemerintah dalam mengawasi dan memantau semua dugaan bencana yang terjadi di Ternate itu menjadi sangat penting. Karena itu, kami mendesak BPBD untuk mengambil langkah memantau, mengikuti perkembangan kemungkinan-kemungkinan terjadi bencana," pintanya.

Selanjutnya, harus ada koordinasi antar sektor. Ada kerjasama BPBD dengan pemerintah hingga tingkat kecamatan. Melibatkan semua, agar memastikan jalur evakuasi ketika ada tsunami. "Keterlibatan semua pemangku kepentingan menjadi urgen dalam penanganan kebencanaan di Kota Ternate," terangnya.

"Ada beberapa lokasi bencana yang sudah bertahun-tahun sampai saat ini belum juga diselesaikan oleh Pemkot. Komisi III sudah tegas menyampaikan ini ke BPBD. Sehingga, Pemkot Ternate harusnya serius, tidak bisa main-main. Karena ini menyangkut keselamatan masyarakat," tandasnya. (agh/red)

Komentar

Loading...