Cabor Barangkat TC Gunakan Anggaran Probadi

Pemprov Didesak Cairkan Dana KONI untuk Persiapan Pra-PON 2023

Kantor Gubernur Maluku Utara.

SOFIFI-pm.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) diminta lebih peduli terhadap perkembangan olahraga.

Bentuk kepedulian itu adalah segera merealiasikan anggaran untuk menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON). Pasalnya, sejauh ini kucuran dana dukungan kepada setiap Cabang Olahraga (Cabor) melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Malut tersendat-sendat.

Akibatnya, beberapa Cabor harus menggunakan uang pribadi untuk Training Center (TC) dan keberangkatan menuju Pra PON 2023.

Padahal, sebagai induk olahraga, KONI Malut sudah mengajukan permintaan anggaran untuk menghadapi pra multi event terakbar ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada 2023, dana yang dialokasikan untuk KONI Malut sebesar Rp3 miliar.

Namun, sejauh ini Pemprov baru mencairkan dana sebesar Rp2 miliar kepada KONI Malut. Sementara, sisanya Rp1 miliar, sampai saat belum juga dicairkan.

Bendahara Umum (Bendum) KONI Malut Rudyansyah Tomaito, saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya sudah mengajukan permintaan sejak Mei 2023 lalu. Bahkan, KONI juga sudah menyampaikan kepada keuangan provinsi.

"Kami sudah melakukan permintaan. Dan, kami juga sudah sampaikan kepada keuangan. Tapi sampai sekarang ini belum juga dicairkan. Mereka punya alasan uang kas kosong dan aplikasi gangguan," ungkapnya denga nada kesal.

Dengan kondisi ini, kata pemilik nama karib Rudi itu, KONI Malut rela berutang demi kebutuhan para Cabor yang tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Pra-PON.

"Mau tidak mau KONI harus pinjam uang, karena kebutuhan Cabor untuk persiapan Pra-PON,"bebernya, saat dihubungi, Kamis (27/7/2023).

Ia menjelaskan, anggaran awal sebesar Rp2 miliar yang dicairkan terlebih dahulu sudah digunakan untuk kebutuhan beberapa Cabor yang lebih dulu berangkat berkompetisi. Sementara, Cabor-cabor yang lain masih menunggu pencairan berikut.

Lebih lanjut Rudi mendesak perhatian provinsi segera mencairkan anggaran sisa tersebut.

"Kami meminta agar Pemprov segera mengeluarkan anggaran, karena KONI harus melakukan persiapan yang matang," tandasnya.

Terpisah, Pelatih Sepatu Roda tim Pra-PON Malut, Ady Heriyadi mengaku, untuk menghadapi kualifikasi yang digelar di Semarang pada Agustus 2023 nanti, anak asuhnya melakukan TC dengan menggunakan uang pribadi.

"Sampai saat ini kami belum menerima anggaran untuk menghadapi Pra-PON. Makanya, untuk memenuhi kebutuhan TC, kami harus gunakan anggaran pribadi. Mulai dari patungan orang tua atlet, kemudian anggaran dari pengurus provinsi hingga tim pelatih," ungkapnya.

Ady berharap agar kondisi ini segara diatasi pihak terkait dalam hal ini Pemprov Malut..

“Jangan hanya minta atlet cetak prestasi dan mengharumkan nama daerah, tapi perhatian dari pemerintah tidak ada sama sekali. Olehnya itu, kami berharap agar kondisi ini segara diatasi pihak terkait," tukas Ady.

Komentar

Loading...