Pendaratan Alat Berat ke Tambang Ilegal di Weda Diduga Dikawal Aparat Keamanan

Terlihat beberapa oknum, salah satunya bersergam TNI berdiri di samping alat berat yang diduga bakal beraktivitas di lokasi tambang ilegal tersebut.

WEDA-pm.com, Sebuah tambang ilegal di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terus beroperasi. Padahal, tambang tersebut masih dalam penyelidikan Direkrotar Tindak Pidana Tertentu, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Terbaru, sejumlah alat berat terlihat diturunkan menuju lokasi tambang dan dikawal ketat mobil patroli dari Polsek Gebe serta oknum TNI Danramil berinansial, Letda Inf SK.

Praktisi Hukum, Agus Salim R. Tampilang terus menyoroti aktivitas tambang ilegal tersebut, termasuk anggota keamanan yang mengawal alat berat menuju lokasi tambang.

Ia mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara dan Polres Halmahera Tengah (Halteng) segerah memasang Police Line di areal pertambangan yang terletak di dusun Loalo, Desa Tacepi, Pulau Gebe.

Agus menyatakan, saat ini ada 44 alat berat milik PT Mineral Trobos yang dipakai beraktivitas di lokasi tambang tanpa izin itu.

Mobil patroli diduga milik Polsek Gebe mengawal alat berat menuju lokasi tambang ilegal.

Ia bahkan berani menduga bahwa pelaku penambang ilegal mining mempunyai bekingan lebih hebat dari Polda dan Polres Halteng, sehingga  tidak mampu memasang garis polisi di lokasi tambang tersebut.

Dipaparkan Agus, berdasarkan Pasal 1 angka 2 dan 5 undang-undang nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menyatakan penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang untuk mencari serta mengumpulkan bukti, untuk membuat terang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

"Artinya sebagai penegak hukum jangan mengedepankan kepentingan pribadi dengan membiarkan penambangan ilegal terus bereproduksi," tegas Agus, Minggu, 9 Junli 2023 kemarin.

Agus juga menerangkan, pertemuan warga setempat dan Kapolsek Gebe, Iptu AS yang diduga selalu memberikan pelayanan kepada perusahaan ilegal yang beroperasi, bahkan ikut mengawal alat berat milik PT Mineral Trobos.

Sementara, Danramil Pulau Gebe, Letda INF SK diduga perintahkan 5 oknum anggota TNI berseragam lengkap untuk berjaga-jaga di lokasi pertambangan ilegal dengan alasan untuk pengamanan para penambang ilegal.

"Ini informasi A1 dari warga setempat atau sumber terpercaya saya di Gebe," beber Agus.

Agus menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada polce line yang dipasang, baik dari Polda atau Polres Halteng, maka atas nama kebenaran, dirinya akan menyurat kepada presiden RI, DPR RI, Kementerian, Kapolri, Kejaksaan Agung dan KPK

bahwa ada tambang ilegal mining di Pulau Gebe yang tidak tersentuh hukum lantaran dibeking secara terstruktur.

Kapolsek Gebe Iptu Anwar Sobri dikonfirmasi terpisah tidak mau memberikan tanggapan.

"Saya tidak bisa komentar itu," ungkapnya.

Disinggung soal pengawalan alat berat menggunakan mobil Patroli Polsek, dirinya lantas menepis informansi tersebut, sembati mengatakan tidak benar, karena pendaratan alat melalui jalur laut.

"Jadi mobil patroli dari Polsek itu tidak benar, informasi tidak betul, karena lokasi itu jauh dengan Kota," tukasnya.

Komentar

Loading...