poskomalut.com
baner header

Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara Resmi Dilantik

TERNATE- PM.com, Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara, mengadakan pelantikan pengurus periode 2020-2022 sekaligus rapat kerja. Acara tersebut berlangsung di Gedung rektorat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Sabtu (11/7/20) dan disaksikan oleh seluruh kader serta perwakilan pimpinan pusat Muhammdiyah melalui meeting Zoom.

Dalam kesempatan itu, Faujan A. Pinang selaku ketua pengurus wilayah pemuda Muhammadiyah Maluku Utara terpilih menyampaikan, saat ini masyarakat sedang diperhadapkan dengan pandemi Covid-19 tapi bukan berarti kerja organisasi terhambat.

“Kita juga belum tahu kapan berakhirnya wabah ini, untuk itu saya berharap pada teman-teman pengurus periode 2018-2022. Agar kita satukan langkah kita bangun komitmen untuk bersama-sama kerja sebagaimana apa yang sudah diamanatkan oleh perserikatan ini,” Ungkap Faujan pada pengurus periode 2020-2022 yang hadir maupun lewat meeting Zoom.

Dan juga perlu disampaikan kepada Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) yang berada di 10 kabupaten/kota yang ada di Maluku Utara agar sesegera mungkin melaksanakan musyawarah daerah. “Bagi pengurus yang masa priodenya sudah selesai sehingga ada beberapa program kerja yang secara langsung atau singkrong dengan wilayah hingga daerah itu dapat terealisasi dengan baik, maka harus segera dilakukan musda,” ujarnya.

Perlu disampaikan juga ada beberapa masalah atau problem yang terjadi di Malut, agar cepat dilakukan kajian berdasarkan data dan fakta sehingga bisa menyikapi apa yang kemudian terjadi saat ini. “Kritik saran maupun masukan dari instansi lainnya itu sangat penting buat kita semuanya,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan saat ini Pemuda Muhammadiyah, sedang menggunakan sedikit lahan kosong milik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) untuk dijadikan kebun percontohan, karena ada beberapa program yang turunan dari Pusat, sehinga wilayah harus mengikuti.

Kemudian ada beberapa program yang nantinya menjadi fokus dipriode ini, yang pertama tentunya pengkaderan dan ekonomi kader itu menjadi cacatan penting, sehingga membutuhkan saran dari pimpinan wilayah Muhammadiyah Maluku Utara serta pimpinan-pimpinan Ortom yang ada di Malut.

Faujan menambahkan, dirinya juga sempat melakukan komunikasi dengan DPRD Prov. Maluku Utara serta beberapa anggota DPRD dibadan bagian angaran bahwa tahun depan itu DPRD Provinsi sudah mengusulkan untuk anggaran Muhammadiyah dan juga NU Malut sebesar Rp. 5 Miliar sehingga mereka berharap peran pemuda Muhammadiyah, peran Ortom dan NU serta organisasi dibawahnya agar bersama-sama mengawal anggaran tersebut.

“Karena mereka menganggap bahwa pengawalan dari tenaga Ortom atau pemuda Muhammadiyah itu lebih efektif ketimbang mereka yang berada di DPRD,” pungkasnya. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: