poskomalut.com
baner header

Penyidik PPA: Abdul Sulaiman Tak Dianiaya

TERNATE-PM.com, Masih ingat dugaan kasus penganiayaan yang dialami bocah 13 tahun Abdul Sulaiman Umagapi hingga lumpuh, yang  diduga dilakukan orang tua asuh di Desa Waihama, Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Nining Sarfan dan Susanto? Kasus ini telah ditangani penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direkorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut.

Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda Malut AKBP Hengky Kurniawan mengatakan, Nining Sarfan dan Susanto telah diperiksa. Mengklarifikasi atas dugaan kekerasan yang dialami Abdul Sulaiman Umagapi hingga lumpuh.  “Sesuai penyilidikan penyidik PPA bahwa anak itu mengapa sampai lumpuh bukan dianiaya, tetapi jatuh dari pohon kedondong dekat rumah keluarganya di Sula. Namun tidak ditangani secara baik oleh keluarga pangasuh sehinga menyebabkan lumpuh,” ujar Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda Malut AKBP Hengky Kurniawan saat dikonfirmasi.

Hengky menuturkan, kedua orang tua pengasuh itu sudah diperiksa oleh penyidik, tinggal menunggu keterangan ahli saraf. Apakah ada saraf yang terganggu kepada anak 13 tahun tersebut. Sebab, lanjut Hengky, menurut keterangan orang tua asuhnya bahwa selama korban tinggal disana (Sanana) tidak pernah menerima perlakuan-perlakuan yang mengarah pada kekerasansan fisik atau psikis.

“ Terkait ada bekas rokok di tubuh korban itu atau ada luka segala macamnya. Itu karena imbas dari korban jatuh dari pohon kedondong sehingga dalam visum tersebut terdapat luka-luka bekas,”  kata Hengky. Sebelumnya, Karitini kakak korban menceritakan sejak Februari 2019 Abdul Sulaiman Umagapi diberangkatkan ke Sanana dan tinggal bersama sepupunya yakni Susanto Umar dan Nining Sarfan untuk sekolah. Memasuki tiga bulan, Sulaiman dipulangkan di Ternate tapi sudah dalam kondisi fisik tidak normal alias  cacat.

“Kami tidak menyangka, dia dipulangkan dengan sendirinya dengan kondisi sperti ini, dan ini diduga ada kekerasan terhadapnya hingga cacat seperti ini,” ungkap Kartini saat dikonfirmasi di kediamanya Kelurahan Kampung Pisang Ternate. Lanjutnya, setelah dibawa ke Dokter untuk diperiksa, dan diteemukan luka lebam di telapak tangan dan bekas luka di kakinya.”Awalnya baru dating, dia masih sempat cerita soal kekerasan yang dialaminya, katanya dia (korban-red) diperlakukan kasar dengan cara dibanting dan dipukul,” cerita Kartini.

Kekerasan yang dialami korban, sehingga trauma dan gangguan psikis hingga tidak bisa berbicara, juga tidak bisa berjalan (cacat). “Informasi dari tetangga, dia diperlakukan tidak baik, dimarahi, dan disuruh berjualan. Bukannya disekolahkan, padahal ongkos sekolah setiap bulan kami kirim terus tapi diperlakukan kaya begini,” kesal Kartini. (Nox/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: