Peredaran Sianida di Halsel Masih Tahap Pengembangan Ditreskrimsus Polda Malut

Kasubdit IV Tipiter Kompol Aditya Kurniawan

TERNATE-PM.com, Peredaran Sianida dan karbon di Kabupaten Halmahera Selatan baru-baru ini masih dalam tahap penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khsusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara.

Direktorat Ditreskrimsus Polda Malut Alfis Suhaili melalui Kasubdit IV bidang Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Kompol, Aditya Kurniawan menuturkan, untuk barang bukti berupa Sianida sudah diamankan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) Bacan Labuha Halmahera Selatan.

"Ya, kalau barang bukti memang sudah kita amankan dari bacan, sementara kita masih dalam proses penyelidikan. kita ambil keterangan dari pihak-pihak yang "dicurigai" dan kita juga tetap berkoordinasi dengan instansi terkait yang kaitannya dengan Cyianida tadi," Tutur Kasubdit IV Tipiter ketika dikonfirmasi Posko Malut, Senin, (18/1).

Sementara untuk barang bukti yang diamankan kata Aditya, sebanyak 6 drum berisi Sianida dan Karbon. "Dari TKP, ada 6 drum Sainida kemudian ada juga karbon. Tapi, untuk karbon masih dititipkan di gudang," katanya.

Untuk penggunaan barang berbahaya tersebut, dirinya menambahkan saat ini pihaknya belum mengetahui karena masih memanggil pemilik dari barang tersebut.

"Kalau itu kita belum tau karena kita masih memanggil pemiliknya. Kalo di Lapangan atas nama Niko. Nanti kita kroscek barang ini di dapat dari mana apa yang bersangkutan memiliki legalitas atau tidak," tambah Aditya.

"Pelaku diketahui orang Medan, nanti dilihat lagi legalitasnya. Apakah dia (Niko) membeli dari distributor resmi ataukah dia (Niko-red) memiliki izin resmi dari distributor. Kalau dia memiliki izin resmi otomatis barang berbahaya tersebut di pasok dari Provinsi tapi sejauh ini kita belum tau karena masih dalam tahap pemeriksaan saksi dan barang bukti," jelasnya.

Disentil terkait adanya keterlibatan oknum anggota, Pria berpangkat Kompol itu mengatakan, Untuk keterlibatan anggota masih di dalami.

"Kalau keterlibatan anggota masih kita dalami. Karena, menyangkut dengan anggota kita tetap berkoordinasi dengan Propam karena itu ranah mereka Propam-red," Tukasnya menutup. (Bar/red)

Komentar

Loading...