poskomalut.com
baner header

Pertama Di Malut, Kota Ternate Dilengkapi 30 CCTV Pengintai Lalu Lintas

TERNATE-PM.com Setelah diresmikannya gedung baru Dit Lantas Polda Maluku Utara (Malut), seluruh aktivitas lalu lintas yang berada di kota Ternate akan terpantau dari Gedung Regional Traffic Management Center (RTMC) di gedung Dit Lantas Polda Malut, Jln. Cengkeh Afo, Kelurahan Tanah Masjid, Kecamatan Ternate Tengah, yang berfungsi sebagai Pusat komunikasi dan Informasi khusus di bidang Lalulintas, mulai dari Kecamatan Ternate Selatan sampai Utara akan terpantau melalui kamera CCTV yang telah terpasang di daerah yang sering terjadi pelanggaran lalu lintas.
Pemasangan kamera CCTV juga sebagai langkah untuk mengurangi kecelakaan serta pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi di kota Ternate pada khususnya. Sebelum diberlakukannya sistem tilang elektronik, Senin, (10/02/2020) Dirlantas Polda Malut, Kombes (Pol) Abrianto Pardede mengatakan, seluruh pemilik kendaraan yang belum balik nama kepemilikan untuk segera dilakukan mengingat imbasnya akan dirasakan sendiri apabila telah tertangkap kamera saat melanggar ketertiban lalu lintas. Menurutnya, sistem ini nantinya akan berhubungan dengan RTMC yang akan mengarah pada tilang eltonik atau Electronic Traffic Law Enforcement  (ETLE). “Ini penting sekali karena apabila tertangkap kamera dan belum balik nama berarti nanti kita bisa proses denda, dan kedepannya seperti itu,” ungkapnya kepada poskomalut.com di halaman Gedung Dit Lantas Polda Malut.
Abrianto menambahkan, untuk sistem RTMC, Dit Lantas Polda Malut memiliki 30 kamera dengan 10 titik yang sudah tersebar di Kota Ternate dari Kelurahan Dufa-dufa sampai dengan Bastiong. 30 kamera yang baru dipasang juga sementara masih bersifat monitoring. Dari 30 kamera yang dipasang, ada 10 kamera yang digunakan nantinya untuk sistem ETLE mengingat 10 kamera tersebut dilengkapi dengan sistem zoom untuk melihat pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. “10 kamera nanti digunakan kedepannya untuk sistem ETLE karena kamera tersebut juga bisa zoom untuk melihat apa pelanggaran yang dilakukan, misalkan tidak pakai helm kita zoom nomor polisinya dan mukanya difoto pakai helm atau tidak untuk dikirim sebagai bukti pelanggaran,” terangnya.
Dit Lantas Polda Malut juga sementara masih melakukan sosialisasi dan melengkapi data, sarana prasarana yang ada di ETLE. Selain itu, untuk mempercepat dan memudahkan pihak kepolisian dalam penggunaan alat tersebut, Dit Lantas Polda Malut telah ditemani oleh vendor yang memberikan bantuan tentang edukasi dan atensi. Abrianto berharap, kepada seluruh Masyarakat Kota Ternate melakukan aktivitas di jalan raya dengan menggunakan kendaraan baik roda dua maupun empat untuk bisa tertib berlalu lintas dari sekarang. “Diharapkan pada masyarakat agar sudah mulai tertib berlalu lintas, jangan harus ada polisi dulu baru tertib tapi bentuk tertib dari diri sendiri tanpa harus diawasi,” harapnya.
Selain pelanggaran untuk pengendara yang tidak menggunakan helm, baik yang mengendarai maupun yang dibonceng, sistem tilang elektronik juga akan berlaku terhadap pelanggaran seperti parkir liar, melawan arah lalu lintas dan kecepatan pengendara. Untuk Wilayah Malut, pengadaan RTMC baru di Kota Ternate. Sebelumnya telah dicoba pemasangan di Halmahera Utara akan tetapi saat ditarik dengan radio namun terhalang akibat ketinggian lokasi yang tidak memungkinkan. “Sementara masih Ternate saja karena memang alat ini masih menjangkau di Ternate. Halmahera Utara tapi kita coba tarik dengan radio tetapi tidak bisa karena terlalu tinggi dan banyak penghalangnya jadi baru pertama di Kota Ternate,” tutupnya.
Selain itu, Kapolda Malut juga telah memberikan himbauan atau masukan kepada para Bupati yang hadir saat peresmian Gedung baru Dit Lantas Polda Malut untuk mengadakan RTMC di masing-masing Daerah. (OP-red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: