PH Usman Hi. Umar Tanggapi Alasan BNNP Malut

Muhammad Konoras

TERNATE-PM.com,
Muhammad Konoras, Penasehat Hukum (PH) Keluarga tersangka Usman Hi Umar
menanggapi alasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Malut, yang tak
hadir dalam persidangan perdana praperadilan Usman Hi Umar di PN Ternare.
Pasalnya, bagi tim PH keluarga tersangka Usman Umar melihat, ketidak hadiran
BNNP Malut untuk menghadapi gugatan praperadilan sebagai hal yang biasa saja.

"Itu
adalah strategi mereka untuk menutupi segala kekurangan kekurangan/kelemahan
yang secara keliru telah dilakukan oleh BNNP Malut,"tegas Konoras kepada poskomalut.com,
Jumat (1/11/2019)

Menurut
Konoras, sangat lucu dan aneh tapi nyata, adalah setelah ada permohonan
praperadilan ke PN Ternate dan sudah dilaksanakan sidang pertama, justeru BNNP
tidak hadir dalam persidangan, malah memanggil Usman H Umar diperiksa sebagai
tersangka.

"Semestinya
kalau BNNP Malut itu memahami tentang makna dari sebuah proses penegakan hukum,
maka setelah menerima panggilan sidang dari hakim Praperadilan BNNP harus
bersabar untuk menunggu hasil putusan Praperadilan tersebut,"ujarnya

Lanjutnya,
lebih aneh dan lucu lagi kata Konoras, BNNP juga menyatakan akan menahan
kembali tersangka Usman Hi Umar, jika setelah ada putusan praperadilan, sebagai
PH keluarga tersangka yang cuma bisa tertawa terkait dengan penahanan kembali
Usman Hi Umar. Bahkan menjadi pertanyaan yuridisnya, adalah dengan menggunakan
dasar hukum atau pasal berapa  yang
digunakan oleh BNNP untuk melakukan penahanan terhadap Usman Hi Umar sebagai
tersangka ???, sedangkan pasal pamungkas untul menahan Usman sudah digunakan
seluruhnya, termasuk oleh BNNP Malut termasuk pasal 29 KUHAP.

"Selaku
PH tersangka Usman Umar, kami sangat menghargai upaya dari pihak BNNP Malut,
untuk mengkoordinasi dengan Kejati Malut, untuk memantapkan hasrat besarnya
untuk menjerat Usman selaku tersangka," jelasnya.

Untuk
itu Konoras menegaskan, selaku PH keluarga tersangka mengapresiasi sikap Kejati
yang tetap konsisten pendapatnya, bahwa kasus ini belum cukup kuat untuk
diajukan ke persidangan dengan memberi petunjuk P-19 kepada BNNP untuk dipenuhi
yang sampai saat ini belum juga dipenuhi. (sam/red)

Komentar

Loading...