Pilkada Halteng: Elang-Rahim Pisah Jalan?

Edi Langkara bersama Abd. Rahim Odeyani. Foto|Istimewa.

WEDA-pm.com, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sudah semakin makin dekat, namun muncuat rumor tak sedap di antara mantan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Edi Langkara-Abd. Rahim Odeyani.

Dua figur pemimpin terbaik yang digadang-gadang kembali berpasangan atau paket berkelanjutan untuk Pilkada Halteng 2024-2029 dirumorkan pisah jalan.

Hal ini bisa dilihat dari manuver politik keduanya yang mengincar posisi calon bupati pada tahapan pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran di delapan partai politik.

Terhadap rumor tersebut, Edi Langkara kepada jurnalis poskomalut.com mengatakan, hubungannya dengan Abd. Rahim Odeyani berlangsung sangat baik.

Bahkan, dari keduanya ada pembicaraan paket berkelanjutan. Di sisi lain, Edi Langkara tetap legowo dan menghormati langkah politik eks koptatriotnya saat memimpin Halteng itu untuk konsolidasi calon kepala daerah.

"Secara realitas saya dengan Pak Rahim Odeyani hubungan sangat baik, bahkan membicarakan paket untuk lanjut Elang-Rahim jilid II sudah kami bahas. Namun pada sisi lain sebagai ikhtiar politik, saya legowo mempersilahkan pak Imo (Abd Rahim Odeyani) selaku politisi dan juga sebagai Ketua DPD Nasdem untuk melakukan konsolidasi Cakada, dan sesuai kebijakan intern Partai Nasdem. Saya pada posisi menghormati beliau baik sebagai sahabat dan sebagai Ketua Nasdem Halteng," ucapnya, Selasa (30/4/2024).

Ada tiga piramida, lanjut Edi, yang harus menjadi perhatiannya untuk merajut agenda politik pada Pilkada Halteng. Yakni, keinginan Partai politik (Parpol) koalisi, dinamika publik, dan saran pertimbangan tokoh dan para calon kontestan bupati dan calon wakil bupati.

"Bagi saya, ini variable penting untuk menjadi rujukan sikap, dengan tentu juga memperhatikan tantangn daerah kedepan," tuturnya.

Terpisah, Abd Rahim Odeyani menyampaikan, hubungannya dengan siapupun tentu baik. Tapi, secara organisatoris dirinya berada di lingkungan partai politik berbeda.

Kerena itu, sebagai politisi dan kader dirinya harus mengikuti alur dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku internal partai.

"Sebagai sesama saudara, saya tentu berhubungan baik bukan cuma dengan Pak Elang (Edi Langkara), tapi dengan siapapun dia. Tetapi secara organisatoris saya berada di lingkungan partai politik yang berbeda dan punya fatsun tersendiri yg berlaku di partai yang saya anut,” terangnya.

Dirinya menambahkan, saat ini Nasdem sedang melakukan proses penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil secara serentak di seluruh Indonesia termasuk Halmahera Tengah.

"Sebagai kader partai saya harus mempersiapkan diri dan terus berikhtiar untuk bisa menjadi salah satu kontestan dalam musim Pilkada pada November mendatang," tukasnya.

Komentar

Loading...