Polairud Malut Minta Pengguna Jasa Transportasi Laut Berhati-Hati

Direktur Polairud Polda Malut AKBP Djarot Agung Riadi

TERNATE
-PM, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda) Maluku Utara
(Malut) mengingatkan kepada nelayan maupun pengguna transportasi laut, agar
tetap berhati-hati saat berlayar. Sebab, kondisi cuaca di perairan Malut saat
ini masih buruk.

Direktur
Polairud Polda Malut AKBP Djarot Agung Riadi mengatakan, tingkat kejahatan di
perairan Malut terpantau kondusif hingga jelang natal dan tahun baru 2020. Hanya
cuaca saja dari hasil pantauan, dirinya juga terpantau sangat buruk dan
menghawatirkan bagi pengguna trasportasi laut.

"Sekarang terpantau bahwa akan terjadi ombak yang cukup tinggi karena mengikuti arah angin menuju Selatan. Nah ini tentu harus kita antisipasi bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan bersama, sehingga kami juga memperlihat alat-alat khusus agar bisa dibutuhkan sewaku-waku," kata Djarot kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).

Djarot
menenuturkan, untuk saat ini kondisi perairan terpantau masih sangat buruk,
selain itu juga polisi bakal membuka posko SAR utama di kawasan pelabuhan Ahmad
Yani Ternate jelang operasi lilin 2019 dan untuk posko marnir juga sudah.
Bahkan polisi sudah bentuk di beberapa Kabupaten Kota. "Kami sudah stan
baik kapal sebanyak 6 unit dalam kesiapan jelang operasi lilin dan tahun baru
nanti, "ujarnya

Dirinya
menghimbau kepada masyarakat pengguna trasportasi laut jika mengunakan jasa
trasportasi laut agar yang paling utama adalah keselamatan, namun jangan lupa
standar operational perairan life jacket harus di pakai karena untuk sekarang
kondisi perairan Malut masih terpantau buruk.

"Para nahkoda kapal juga jangan lupa menyiapkan standar berlayar dengan meyiapkan semua dokumen serta alat komunikasi lainnya di kapal pada saat berlayar nanti. Sebab kondisi perairan masih dalam keadaan buruk, jika petugas kedapatan dokumen yang tidak lengkap akan dilakukan penahanan karena cuaca buruk ini yang bakal menjadi penundaan keberangkatan,” pungkanya. (nox/red)

Komentar

Loading...