Polda Malut Tetap Empat Tersangka Kasus Mafia Tanah di Halteng

Jumpa pers dipimpin Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil dan didampinggi Kabag Wasidik, AKBP Hengki Setiyawan, Kasubdit I Moch Arinta Fauzi dan penyidik subdit I.

TERNATE-pm.com, Polda Maluku Utara melalui Dit Reskrimum membongkar kasus pemalsuan surat akta otenik atau mafia tanah di Desa Nusliko, Kabupaten Halmehar Tengah. Kamis (22/9/2022).

Jumpa pers dipimpin Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil dan didampinggi Kabag Wasidik, AKBP Hengki Setiyawan, Kasubdit I Moch Arinta Fauzi dan penyidik subdit I.

Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil menjelaskan, kasus pemalsuan surat tersebut diawali dengan Laporan Polisi dengan Nomor : LP/30/II/MALUT/2022/SPKT/Polda Malut, tanggal 24 Februari 2022 yang dilaporkan korban Idruss Assagaf.

“Dilaporkan bahwa kejadian tersebut terjadi dalam kurun waktu Agustus 2018 sampai dengan Februari 2019 bertempat di Kecamatan Weda Kabupaten, Halteng Malut," ujar Kabidhumas.

Kata Kabib Humas, dari hasil pemeriksaan penyidik telah menetapkan empat tersangka yaitu Wengky Lukius Togo Alias Wengky, Umar Baay alias Umar, Yermia Inik dan Dani Isnanto Baay alias Dani.

“Diketahui keempat tersangka menjual tanah perkavling dengan harga 15 juta sampai dengan 20 juta rupiah yang luas keseluruhannya sebesar 32 hektare dan di pecah menjadi 271 Sertifikat," ungkapnya.

Namun diketahui bidang tanah tersebut semula telah dilekati dengan bukti kepemilikan sah berupa SHM sementara No. 03 tahun 1969 a.n. Hadijah Assagaf dan SHM Sementara No. 04 tahun 1969 a.n. Fariz Assagaf, yang terletak di Desa Nusliko Kecamatan Weda, Kabupaten Halteng Malut.

“Akibat perbuatan para tersangka yang melawan hukum, sehingga korban Idruss Assagaf mengalami kerugian kehilangan hak penguasaaan dan hak materi dan atas perbuatan para tersangka tersebut dikenakan pasal 264 ayat (1) ke-1, sub pasal 263 jo pasal 55 ayat (1) dan (2) kuhpidana dengan ancaman hukum penjara paling lama delapan tahun,” ucapnya.

Lebih lanjut kata Kabib Humas, perkara tersebut telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan akan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap dua) pada Kamis 06 Oktober 2022 ke Jaksa Penuntut Umum.

Komentar

Loading...