poskomalut.com
baner header

Politisi NasDem Kepsul Tuding Kontraktor Tinggalkan Utang Proyek Masjid Fuata Kepsul

SANANA-PM.com, Proyek Rehab Masjid Desa Fuata Kecamatan Sulabesi Selatan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang dikerjakan sejak tahun 2018 lalu, hingga kini belum juga kelar. Bukan hanya itu, proyek rumah rehab rumah ibadah yang kabarnya dikerjakan oleh salah satu Kader DPC Partai Demokrat Kepsul itu, juga meninggalkan hutang material pada sejumlah warga desa setempat. 

Salahsatu Warga Desa Fuata Damrin Panigfat pada wartawan koran ini mengatakan, utang yang ditinggalkan oleh kader Partai Demokrat itu, jumlahnya mencapai puluhan juta, yakni uang sebesar Rp 6000.000 untuk pemasangan Listrik Masjid, triplex sebanyak 43 lembar, semen sebanyak 25 Sak, kayu lata 5X5 sebanyak 6 Kubik. 

Damrin, yang juga pengurus Partai NasDem Kepsul ini mengungkapkan, proyek rehab Masjid yang nilai anggarannya Rp136 juta itu beberapa bagian pekerjaan belum tuntas, seperti jendela dan pintu masjid sebanyak 5 buah belum terpasang. Padahal, proyek itu dikerjakan dengan menggunakan APBD tahun 2018 lalu. “Kami menduga, sebagian dari anggaran masjid tersebut sudah di korupsi oleh kontraktor, karena anggaran itu sudah cair 100 persen, sebab anggaran pekerjaan masjid tersebut menggunakan APBD 2018 lalu,” katanya.   

Terpisah, kontraktor proyek rehab Masjid Desa Fuata, Jein Kalalo pada wartawan mengaku, dirinya yang mengerjakan proyek masjid Fuata tersebut. Namun, dia membantah disebut proyek tersebut belum selesai, dan meninggalkan utang. “Masjid itu saya yang kerja, tapi sudah tuntas, sesuai dokument kontrak dari Dinas PU Kepsul dan bahkan pekerjaan itu, melebih volume yang ditentukan,” ungkap Jein.

Sedangkan terkait hutang material milik warga kata Jein, pihaknya tidak memiliki hutang pada pekerjaan masjid tersebut, sebab seluruh hutang, mulai dari Pemasangan listrik maupun hutang material lain, seperti triplex sebanyak 43 lembar, semen sebanyak 25 sak, kayu lata 5X5 sebanyak 6 Kubik sudah dilunaskan melalui Ketua Pemuda Amar Fokaaya dan Pejabat Kepala Desa Fuata Nasrul Panigfat dengan jumlah uang sebesar Rp 20 juta. “Jumlah utang Rp 20 juta dan itu saya sudah lunasi melalui Ketua Pemuda dan Pj Kades,” akunya. (fst/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: