Kapolres: Masih Dalam Tahapan Penghitungan Kerugian Negara

Polres Haltim Lambat Tangani Kasus SPPD Fiktif

Kapolres Haltim, Edy Sugiharto.

MABA-PM.com, Kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif yang ditangani Polres Halmahera Timur (Haltim) belum jelas juntrungannya.

Pasalnya, Polres Haltim belum juga menuntaskan kasus yang melekat di Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Haltim tahun 2016 senilai Rp1,2 miliar.

Kapolres Haltim Edy Sugiharto mengatakan, kasus SPPD Fiktif ini masih ditangani secara berkelanjutan.

"Dari unit Tipikor kita masih menangani kasus SPPD Fiktif dengan melakukan koordinasi dengan inspektorat dan juga BPK Malut," kata Kapolres saat dikonfirmasi usai rapat paripurna HUT Haltim ke-19, Selasa (31/05/2022).

Saat ini, lanjut Kapolres, kasus tersebut sudah sampai pada tahapan penghitungan kerugian negara oleh BPK.

"Saat ini saksi-saksi sudah banyak diperiksa. Untuk lebih detail berapa saksi yang dimintai keterangan langsung saja penyidik," tukasnya.

Sementara, sesuai temuan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Maluku Utara tahun 2017, ditemukan indikasi kerugian negara pada item anggaran perjalanan dinas luar daerah pada Bagian Umum Perlengkapan dan Protokuler Setda Haltim tahun anggaran 2016 sebesar Rp1,2 miliar.

Komentar

Loading...