Praktisi Desak Kapolres Ternate Serius Tangani Kasus Sertifikat Vaksin Palsu

Direktur YLBH Malut, M Bahtiar Husni.

TERNATE-pm.com, Praktisi hukum mendesak Kapolres Ternate, AKBP Nicko Irawan untuk menyelesaikan beberapa tunggakan kasus yang tidak diselesaikan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) l dan jajaran Polsek.

Salah satunya kasus pemalsuan sertifikat vaksin kurang lebih tiga tahun belum diselesaikan. Dan, kasus dugaan korupsi penghasilan direksi dan perjalanan dinas di Perusahan Air Minum (PAM) Ake Gaale yang tak kunjung selesai.

Dalam kasus sertivikat vaksin palsu, pasca penetapan lima tersangka, tidak ada yang ditahan, hingga satu di antaranya melarikan diri ke luar Kota Ternate. Satu lainya sudah meninggal dunia.

"Dari dua kasus ini harusnya Kapolres Ternate, AKBP Nicko Irawan yang baru ini sudah menjadikan perhatian khusus untuk diselesaikan supaya tidak menjadi pertanyaan publik," kata Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH)  Maluku Utara, M. Bahtiar Husni kepada awak media di Ternate, Selasa (29/9/2023)

Terutama kasus pemlasuan dokumen vaksin, kata Bahtiar sudah empat Kapolsek dan tiga Kapolres bergantu pun belum jelas juntrungannya.

“Harusnya Kapolres yang baru lebih serius supaya menjabat ada progres penegakan hukum,"sambungnya.

Menurutnya, setelah ada penetapan tersangka berkas sudah serharusnya dilimpahkan tahap II. Sebab, kasus tersebut sudah ada permintaan tahap II dari jaksa dan pengiriman P21A.

"Kalau sudah sampai permintaan P21A berarti polisi segerah limpahkan berkas dan tersangka, untuk satu  ersangka yang kabur, polisi harus bertanggung jawab untuk menangkapnya, karena kenapa, pada saat penetapan tersangka para tersangka tidak ditahan sehingga melarikan diri," jelasnya.

Selain itu, Bahtiar juga menilai penyidik harus dievaluasi, karena kelalaian mereka membiarkan tersangka melarikan diri. Untuk itu, Kapolres yang baru ini harus lebih teliti melihat beberapa kasus penting perlu diselesaikan.

"Tersangka yang lari saja tidak bisa ditangkap, terus fungsi reskrim gimana, apakah harus menunggu masyarakat yang menangkap baru pihak reskrim bergerak," tanya Bahtiar.

Sebagai praktisi menurut Bahtiar, sangat menyangkan kerja-kerja penyidik tidak jelas memberikan kepastian hukum atas kasus dugaan korupsi di PAM Ake Gaale, yang tak ada progres penyelidikan.

"Jadi ini menunjukan kerja yang tidak profesional, dan selalu memberikan kepastian hukum yang angan-angan ke publik," tandasnya.

Terpisah, Kapolres Ternate AKBP Niko Irawan melalui Kasi Humas Iptu Wahyuddin mengatakan, semua kasus yang ditangani hingga jajaran Polsek tetap ditangani secara serius, untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat tidak terkecuali kasus sertifikat vaksin palsu.

“Kasusnya semua masih berproses, sementara untuk satu tersangka vaksin palsu sementara ini masih dilakukan pengejaran, bahkan sudah ditetapkan DPO oleh penyidik,”pungkasnya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Bahtiar yang telah memberikan kami masukan dan motivasi agar kinerja Polres Ternate lebih baik ke depannya," sambungnya.

Komentar

Loading...