Praktisi Hukum Soroti Kasus Penipuan Catut Nama Istri Gubernur Malut

Hendra Karianga.

TERNATE-pm.com, Kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang melibatkan keponakan dari istri Gubernur Maluku Utara (Malut) dinilai lambat ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut.

Dalam kasus ini, keponakan istri gubernur berinisial SK telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini telah ditahan di Rutan Polres Ternate.

SK diketahui menjanjikan paket proyek dari istri gubernur kepada korban.

la kemudian dijanjikan diberikan empat paket di Dinas Perkim Malut. Karena percaya, korban menyerahkan uang sekitar Rp500 juta kepada SK, namun proyek yang dijanjikan tak kunjung ia terima.

Merasa tertipu, korban pun mengadukan ke Polda. Kasus ini kemudian mendapat sorotan dari praktisi hukum Maluku Utara, Hendra Karianga.

Dirinya mendesak Ditreskrimum untuk segera tuntaskan kasus tersebut.

"Polda segera limpahkan berkas ke Kejati Maluku Utara, karena penahanan terhadap tersangka hanya 60 hari," ucap Hendra, Senin (20/3/2023).

Hendra menambahkan, penyidik Ditreskrimum yang menangani kasus ini harus memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap istri gubernur sebagai saksi.

"Harus dipanggil itu. Apakah betul atau tidak namanya dicatut, harus dipanggil sebagai saksi," tegasnya.

Selain itu lanjut Hendra, jika hasil pemeriksaan nantinya istri gubernur menerima uang dari tersangka, harus juga diproses.

"Jika betul dia terima uang itu dari tersangka, berarti dia ikut melakukan tindak pidana," ujarnya.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Malut, Kombes (Pol) Asri Effendy, mengatakan dugaan penipuan yang dilakukan tersangka SK berkas perkara sudah dikirim ke jaksa.

“Kemarin berkas sudah dikembalikan oleh jaksa, dengan beberapa petunjuk,” ungkap Asri,Senin (20/3/2023).

Dalam berkasi itu ada satu petunjuk formil dan tiga petunjuk materil untuk dilengkapi.

“Perkembangannya sudah seperti itu untuk kasus penipuan penguasa yang mencatut nama ibu gubernur,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, lanjut Asri untuk memenuhi P-19 pihaknya bakal memanggil istri gubernur Maluku Utara insial FHDK

“Iya dalam waktu dekat,” tukasnya.

Komentar

Loading...