Praktisi: Rekaman Percakapan Kasus Ijazah Rugikan Muhammadiyah

Agus Salim R Tampilang, kuasa hukum Burhan Ismail (BI).

TERNATE-pm.com, Praktisi hukum Agus Salim R Tampilang, menilai beredarnya rekaman percakapan kasus ijazah palsu yang menyeret Bupati Halmahera Selatan, Hi Usman Sidik telah membawa kerugian bagi lembaga Muhammadiah secara organisatoris.

Pernyataan Agus bukan tidak berdasar, karena setiap kali kasus Ijazah palsu tersebut berhembus ke Publik, nama besar Muhammadiah selalu dicatut oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab seolah-olah ijazah yang diduga bermasalah adalah produk Muhammadiah.

Untuk membuat terang kasus ini pengurus Muhammadiyah Provinsi Maluku Utara, juga harus ikut mengambil langkah menginvestigasi terkait ijazah tersebut agar bisa menghentikan kegelisahan publik.

Karena Muhammadiyah sebagai organisasi gerakan islam yang berlandaskan Alquran dan as-Sunanah dengan watak tauhid yang senantiasa istiqamah dan aktif dalam melaksanakan dakwah dan pendidikan di Indonesia, tidak mungkin terlibat dengan ijazah yang bermasalah.

Namun karena nama besar Muhammadiyah telah diseret-seret oleh oknum-oknum dalam percakapan berita viral pada beberapa hari lalu hal tersebut, telah mendatangkan kerugian bagi Muhammadiyah.

Sebagai mana disebutkan dalam pasal 263 barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari pada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.

Agus juga menambahkan berita percakapan kasus ijazah palsu seharusnya ditindak lanjut oleh Polda Malut.

Lantaran kasus ijazah palsu yang dilaporkan oleh kuasa hukum Bahrain Kasuba yakin Muhammadiyah Conoras dan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara sempat di SP3 oleh penyidik, yang menangani perkara tersebut dengan alasan kasus yang dilaporkan tidak cukup bukti. Namun, dikemudian hari jika ditemukan bukti baru ( Nuvom) akan ditindaklanjuti.

Jadi, bagi Agus isi percakapan berita viral itu bisa ditindaklanjuti karena itu ada pengakuan dari oknum-oknum tersebut. Dan bukti pengakuan dalam percakapan itu adalah bukti yang sempurna.

Jika penyidik tidak menindaklanjuti berarti isi rekaman tersebut benar dan laporan tersebut ada politisasi hukum, sehingga Kapolnas perlu menyoroti kinerja penyidik seperti ini karena telah merugikan pencari keadilan.

Komentar

Loading...