PT Antam “Amnesia” Penyuplai Power Plan

MABA-PM.com, Kebutuhan pembangkit listrik atau power plant pabrik feronikel di tanjung Buli, Kabupaten Halmahera Timur dinilai bermasalah, namun pihak PT Antam memilih bungkam.

Koordinator
Forum Pemuda Lingkar Pemerhati Smelter Haltim, Lutfi Rabbo mengatakan,
berdasarkan hasil hearing forum pemuda lingkar pemerhati smelter feronikel
Haltim, ditemukan beberapa permasalahan mendasar yang mengakibatkan pabrik feronikel
semakin tidak ada kepastian kapan pembangunan ini berakhir atau 100 persen. "Sejauh
ini yang meresahkan publik bahwa pabrik di tanjung Buli molor akibat belanja
mesin bekas,"kata Lutfi, kepada wartawan, Rabu (13/11/2019).

Ternyata
hal itu bukanlah dibeli melainkan PT Aneka Tambang (Antam) dalam hal ini Proyek
Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3LH) yang menjadi bagian dari Antam ini
dengan cara membeli tenaga listrik yang berasal dari penyuplai. "Jadi
apabila dalam hitungan dibutuhkan berapa selama tahapan operasi maka sebanyak
itu pula jumlah listrik itu dibeli,"tururnya.

Sejauh
ini pihak Antam dan P3LH sendiri baru menyepakati untuk belanja Power Plan alis
pembangkit listrik, namun sebelumnya power plan yang disediakan bukan milik
Antam atau P3LH tapi sifatnya membeli dari perusahaan penyuplai.  "Jadi
pertemuan siang tadi pihak Antam yang dihadiri oleh Ahmad Ali Akbar selaku refinering
and casting manager belum menyebutkan perusahaan penyuplai listik yang dianggap
tidak mampu menyediakan power plan tersebut yang saat ini telah
bermasalah,"cetusnya.

Dia juga menjelaskan dari penjelasan dari pihak antam sendiri tidak tahu apa nama perusahaan penyuplai yang telah bermasalah itu. Dengan begitu ia berkesimpulan penyelesaian pabrik feronikel 100 persen tidak ada kepastian dari Antam. Mantan Ketua HMI Cabang Ternate itu juga menambahkan, Antam melalui P3LH baru melakukan koordinasi dengan pihak kementrian dalam usaha menyediakan power plan sehingga dampak ketidakjelasan operasi pabrik ini sangat jelas terhadap kelangsungan ekonomi masyarakat lingkar tambang, termasuk dampak ketenagakerjaan. "Sebagai daerah penyuplai bahan mentah terbesar di Indonesia bahkan dalam skala Internasional, Antam harus secepatnya menyelesaikan pabrik hingga 100%. Oleh karena itu kuncinya Antam harus secepat mungkin menyelasikan pembangunan pabrik feronikel,"pungkasnya.(zhar/red)

Komentar

Loading...