Polisi Bakal Lidik Usai Evakuasi Korban

Puluhan Anak di Ternate Diduga Keracunan Usai Santap Sajian di Acara Ultah

Korban diduga keracunan saat dievakuasi ke RS.

TERNATE-pm.com, Nasib naas dialami puluhan anak di Kota Ternate, yang diduga mengalami keracunan makanan hingga dilarikan ke sejumlah rumah sakit berbeda.

Informasih yang diterima media, insiden itu terjadi di Kelurahan Tobololo, Kecamatan Kota Ternate Barat, Kota Ternate mengakibatkan sejumlah anak mengalami muntaber.

Pulahan anak itu sebelum diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi hidangan yang dibagikan di salah satu rumah warga Kelurahan Tobololo saat perayaan ulang tahun.

Hamid Muhammad Camat Ternate Barat, membenarkan adanya informasi tersebut. Dirinya mengatakan, dugaan keracunan terjadi sejak Jumat 17 Februari malam.

Selain itu, kata Hamid juga, pihak pemerintah kecamatan dan puskesmas setempat baru mengetahui dugaan keracunan ini pada Minggu (9/2/2023) setelah puluhan warga mengalami gejalah muntaber secara bersamaan.

Hamid menerangkan, warganya yang sebagian besar anak-anak tersebut masih mendapat perawatan medis.

“Dugaanya karena perayaan ulang tahun,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, saat kajadian pihaknya bersama dengan kepala puskesmas langsung melakukan mobile ke rumah-rumah warga, karena ada penambahan korban di luar dari yang sudah berada di RS.

Menurutnya, langkah yang diambil ini merupakan awal untuk memberikan pertolongan pertama kepada para korban yang tidak terlalu parah.

“Kita libatkan bidan-bidan desa yang wilayah kerjannya ada di Kecamatan Ternate Barat,” jelasnya.

“Indikasinya makanan,” akunya.

Disentil terkait dengan data korban kata Camat, pihaknya belum dapat memastikan dan meminta kepada awak media untuk mengonfirmasi ke Kepala Puskesmas.

“Kalau data, nanti ke kepala puskesmas saja ya,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Sulamadaha, Radiatul Adawiyah mengatakan, berdasarkan penanganan cepat, pihaknya telah mendata sekitar 25 orang yang mengalami gejala muntaber.

Selain 25 warga Tobololo yang didata, diketahui mengonsumsi makanan nasi kuning dengan lauk tempe, tahu dan mie hun di tempat syukuran.

Meski begitu, Raidatul mengaku belum bisa memastikan apakah dugaan keracunan itu berasal dari santapan syukuran tersebut.

"Iya soalnya belum ada hasil uji sampel selain itu, makanan yang akan diuji juga sampelnya sudah tidak ditemukan," terangnya.

Ia menuturkan, dari puluhan data sementara itu akibat keracunan gejala yang diterima warga dari kalangan usia yang bervariatif diantaranya anak-anak yang berusia di atas 1 tahun, termasuk juga orang dewasa dan 1 orang lansia.

"Data sementara ini diperkirakan akan bertambah, karena pihak puskesmas dan kecamatan masih terus menulusuri," tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Pulau Ternate, Ipda Ni Made Chandra Dewi saat dikonfrimasi menyatakan, saat ini pihaknya masih terfokus dengan evakuasi para korban yang diduga mengalami keracunan makanan.

“Kita fokus ke evakuasi dulu, semua anggota sudah saya terjunkan ke lapangan untuk evakuasi, termasuk mobil patroli,” ungkapnya.

Kata Kapolsek, untuk perawatan masih terfokus di empat rumah sakit dalam wilayah Kota Ternate.

“Ada empat RS, yakni RSUD-CB, RSI, SRT dan RS Dharma Ibu,” katanya.

Menurutnya, selain anggota Polsek, pihaknya juga dibantu oleh pihak RS Bhayangkara Ternate untuk melakukan evakuasi para korban.

“Kita masih data terus para korban yang diduga keracunan makanan, karena datanya ada penambahan terus,” jelasnya.

Setelah evakuasi para korba, lanjut Kapolsek, pihaknya akan mulai melakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk dengan ahli.

“Nanti sudah selesai baru kita penyelidikan, yang pasti kita fokus ke korban dulu,” pungkasnya.

Komentar

Loading...