poskomalut.com
baner header

PWI Halsel Desak Pemkab Tolak Wartawan Musiman

LABUHA-PM.com, Jelang momen pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020, sejumlah wartawan musiman menjamur. Kondisi ini membuat persatuan wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Halmahera Selatan bersikap.

Ketua PWI Halsel Samsir Hamajen Minggu (21/06) mendesak pemerintah Halsel menolak kerjasama dalam bentuk apapun dengan para wartawan tersebut. Sebab selain mereka memiliki tugas ganda, hal ini sesuai fakta jika habis momen mereka menghilang entah kemana.

Menurutnya, wartawan yang melaksanakan tugas di Kabupaten Halmahera Selatan itu selama ini menjalankan kemitraan dengan semua pihak termasuk dengan pemerintah daerah. Namun belakangan ini, dengan momentum Pilkada, Wartawan Musiman membanjiri Halmahera Selatan.

“Memang wartawan Musiman ini banjir di Halsel, Maka dengan itu dimintakan kepada pemerintah daerah benar benar bermitra dengan wartawan dan media memiliki kartu Kompetensi dan Organisasi pers yang terdaftar di Dewan Pers, tidak mudah menjadi wartawan, dimana wartawan dibekali dengan treaning tugas Jurnalistik bekerja di Media yang terregisrasi di dewan Pers  dan memiliki kompetensi wartawan, serta menjalankan tugas tugas Jurnalistik sesuai dengan kode etik jurnalistik. Namun sebaliknya saat ini justru kehadiran wartawan Musiman dengan muda menjadi wartawan dengan mengantongi Id Card sekaligus memiliki kepentingan tertentu di saat satu momentum,” tegasnya

Terpisah, Sekretaris PWI Halsel, Nandar Jabid, juga mengecam Wartawan musiman tersebut, ia mengaku sudah tercium aroma kepentingan dengan mengatasnamakan profesi Wartawan, sehingga jelas mencederai profesi jurnalis.

“Tipe Wartawan seperti ini dapat mencederai profesi jurnalis, jika wartawan Musiman datang dengan kepentingan tertentu. Yang merusak nama wartawan yang melaksanakan tugas Selama ini di Halmahera Selatan, karena wartawan Musiman ini dengan memiliki tugas Ganda, ada yang LSM ada pula kontraktor,” sejumlah laporan sudah kami kantongi dari sejumlah kepala desa yang ada di Halsel, ada yang mengatasnamakan wartawan dengan membawa pula nama LSM untuk menakut nakuti para kades, beberapa bukti sudah di penjara karena terbukti melakukan pemerasan kepada kepala Puskesmas saketa, ada juga mengatasnamakan kontraktor dan sebagiannya,” beber Nandar menutup wawacara. (echa/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: