Rapid Test Berbayar Disoal

Ilustrasi rapid test

TERNTATE-PM.com, Salah satu warga Kota Ternate mempersoalkan adanya pembayaran saat melakukan rapid test laboratorium Bahari Berkesan depan Taman Nukila milik Pemerintah Kota Ternate.

Salah satu warga Kota Ternate bernama Abdullah Eda kepada poskomalut.com, Minggu (10/5/2020) mengatakan dirinya sangat terkejut saat hendak melakukan rapid test kepada salah satu karyawannya yang hendak pulang ke Kota Manado, dikarenakan kena bayar jika melakukan rapid test di laboratorium depan taman Nukila yang menurutnya milik Pemkot Ternate itu sebesar Rp 600.000 sekali tes.

"Jadi saya itu pada Sabtu (9/5/2020) kemarin dapat informasi dari tim gugus di Pelabuhan Ahmad Yani, bahwa bisa melakukan rapid test di labrotorium bahari berkesan depan taman Nukila bagi warga yang mau berangkat keluar Kota Ternate. Namun sesampai di laboratorium itu alat rapid test habis, namun saya terkejut saat mendengar petugas laboratorium mengaku bahwa ini kena bayar jika sekali tes sebesar Rp 600.000," katanya.

Setelah itu dirinya masi mencoba ke tempat lain seperti ke RSUD Chasan Boesoerie, namun setiba disana ditemukan ada alat tes rapid test dengan sekali tes tak dibayar alias gratis.

"Saya hanya heran jika ini alat medis di belih pemerintah daerah untuk masyarakat dalam memutuskan mata rantai Covid-19 kenapa harus kena bayar kepada masyarakat, ini harus ada evaluasi dari Wali Kota Ternate terhadap penanganan kesahatan Tim Gugus Kota Ternate," ujarnya.

Lanjut Abdullah, pihaknya juga menginginkan ada keterbukaan, kalau dibayar uang itu dipakai untuk apa. Karena sesuai regulasi tak dicantumkan rapid test kena bayar kepada masyatakat, meski masyarakat itu dari luar Kota Ternate yang hanya ingin memenuhi adminstrasi keberangkatan pulang ke Kota Manado.

"Kejadian ini bukan baru saya saja yang menemukan tetapi sudah ada sala satu warga Bastiong juga yang ingin lakukan tes tersebut, tetapi tak punya uang mencukupi terpaksa tak jadi lakukan tes," bebernya.

Disisi lain Juru Bicara Tim Gugus Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Ternate dr Muhammad Sagaf saat dikonfirmasi poskomalut.com, Minggu (10/5/2020) mengatakan tak ada pembayaran jika dilakukan rapid test oleh pemerintah.

"Tidak ada itu, yang 600 smpe 650 itu di laboratorium swasta Prodia dan Kimia Farma," katanya.

Untuk Labkesda depan Taman Nukila itu, sudah konfirmasi di Kepala Labkesda bahwa ada 14 orang yang di periksa itu dengan melihat kondisi mereka yang mau pulang ke Sulut, maka mereka membantu membeli alat rapid test di salah satu toko yg menyediakan test kit RDT, mulai dari harga RDT Rp 350 ribuan dan ditambah administrasi Rp 20 ribu.

"Jadi mereka tidak pungut biaya kalau lakukan rapid test," tandasnya. (sam/red)

Komentar

Loading...