Ridwan : Tak ada Warga Meninggal Terima Bantuan

Bantuan Pemda Tidore Beberapa waktu lalu

TIDORE-PM.com, Beredarnya informasi pemberitaan terkait dengan temuan Pansus Covid DPRD Kota Tidore Kepulauan soal penyaluran bantuan oleh Pemerintah kota Tidore tidak tepat sasaran dan dibagikan kepada warga yang sudah meninggal dipertanyakan 49 Kepala Desa Se kota Tidore.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Desa Maitara Tengah Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Muchlis Malagapi, dirinya mempertanyakan kebenaran pernyataan ketua pansus DPRD Ridwan Moch Yamin, sebab dari pernyataan itu Ridwan tidak menyebutkan Desa mana yang membagikan bantuan kepada orang yang sudah meninggal melalui salah satu media online. "Kalau benar ada bantuan pada orang meninggal lalu itu dimana atau kuburan mana yang kami bagikan , yang torang tau tidak ada orang meninggal yang kami kasih bantuan ,’’ kata Muhlis.

Menurut Muhlis, prasyaratan calon penerima BLT dari dana Desa diatur melalui surat Edaran Mendes PDTT Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa tanggap Covid-19 serta PMK Nomor 205/PMK.07/2019 tentang pengelolaan Dana Desa yaitu pasal 24 bagian c point 3 yaitu penetapan penerima manfaat BLT Dana Desa maka sangat tidak mungkin orang yang meninggal kami data lalu memberikan bantuan.

Olehnya itu, bilamana benar pernyataan ketua Pansus demikian maka harus dibuka sehingga tidak menjadi issue liar atau sebuah Fitnah, Dan kalau pun benar barangkali menjadi kesalahan administrasi ditingkat Desa bisa jadi, maka itu harusnya diminta untuk diperbaiki semisalnya kepala keluraga yang sudah meninggal, meskipun demikian ditegaskan Muhlis tidak ada bantuan kepada orang yang sudah meninggal.

Sementara itu, Ketua Pansus Covid-19 DPRD kota Tidore Kepulauan Ridwan Moh Yamin ketika dikonfirmasi membantah jika dirinya menyatahkkan adanya bantuan Pemerintah kepada orang yang sudah meninggal. "Saya tidak bilang begitu, ini tulisan wartawan media yang mengkonfirmasi kepada saya dan saya sudah minta untuk di klarifikasi,’’ bantah Ridwan.

Dijelaskan Ridwan, dalam konfirmasi pemberitaan itu , wartawan mempertanyakan adanya informasi bantuan Pemerintah dibagikan kepada orang sudah meninggal apakah benar ? namun dirinya juga tidak mengetahui pasti dengan jawab kalaupun itu ada mungkin kesalahan Kelurahan/Desa dan harus dikembalikan. "Saya tara bilang bantuan kepada orang yang sudah meninggal , tidak begitu ! saya hanya bilang temuan pansus ada kisaran 2.000 warga yang belum terdata mendapat bantuan ,’’ jelasnya.

Untuk itu, Ridwan menegaskan bahwa apa yang menjadi polemic saat ini merupakan mis komunikasi wartawan dengannya, tidak ada pernyataannya yang sedemikian menyatahkan warga sudah meninggal terima bantuan. (mdm/red)

Komentar

Loading...