Sebarkan Konten Provokatif, Direktur RSU Tidore Bakal Polisikan Akun ‘Status Ternate’

dr Fahrizal Maradjabessy

RSU Bantah Isu Kejanggalan Hasil Rapid PJ Wali Kota
TIDORE-PM.com, Konten Youtube, Fb, dan Instagram akun dengan nama “ Status Ternate’’ terancam dipidanakan pihak RSU Kota Tidore Kepulauan. Pasalnya, dalam postingan tersebut sangatlah provokatif dan menyudutkan pihak medis secara sepihak yang menangani pasien PJ Wali Kota Tidore yang meninggal dengan hasil Rapid tes positif.

Direktur RSU Kota Tidore dr Rizal Maradjbesy kepada Posko Malut, Senin ( 18/5/20) pagi ini, menyatahkan bahwa Video dengan durasi 3:07 beredar luas tersebut menerangkan adanya simpang siur, dan ketidakjelasan penanganan medis atas hasil rapid tes pihak RSU atas kematian PJ Wali Kota Tidore Mahmud Adrias, yang diklaim merupakan pernyatan anak mantan PJ namun tidak disebutkan namanya itu sangatlah tidak benar, karena dirinya sebagai orang pertama yang saat itu memeriksa pasien saat masuk RSU bersama tim medis terdapat sejumlah keluarga Almarhum. "Tudingan Akun chanel youtube, Fb, Instagram bernama 'Status ternate' disitu memuat hal-hal yang menyudutkan kami terutama yang menangani pasien ,’’ kata Rizal.

Dengan penuh kekesalanya, Rizal mempertanyakan kepada pihak 'Status Ternate' apakah dengan berstatusnya pasien positif covid tenaga medis berada di posisi menguntungkan? ibaratnya dengan pemberitaan mereka sudah jatuh tertimpa tangga juga, di youtube tersebut ditulis di layar bahwa keluarga pasien mengetahui berita meninggal lewat media massa, sedangkan keluarga (anak, Istri) ada di ruang isolasi bahkan masuk melihat orang tuanya menggunakan APD lengkap.

Di akun instagram mereka menulis "tunjukkan data baik rapid test, swab test, pemeriksaan lab" mereka sungguh sangat tidak mengetahui tentang perihal kerahasiaan rekam medis serta disaat kapan boleh mengungkapkan data medis pasien, itu ada prosesnya.

Dari status ternate tidak pernah mendapat atau mencari info ke pihak terkait yang menangani pasien, kemudian langsung menyebarkan berita yang sungguh sangat merugikan pihak RSD, maka dari itu pihaknya berencana akan memproses lebih lanjut ke ranah Hukum bilamana pihak Status Ternate tidak mengklarifikasi berita -berita tersebut dengan data yang akurat.

Langkah Hukum akan diambil pihak RSU Tidore, karena dari kesemuanya sungguh menyudutkan RSU secara sepihak dengan menduga kejanggalan, misteri serta kesemua konten mereka yang membuat asumsi publik khususnya RSU Tidore main-main dalam hal penanganan covid. "Terkesan usaha kami semua dihargai bagai sampah dengan cara menduga tanpa klarifikasi,’’ ujar Rizal.

Konten Status Ternate dan Publik harus tahu bahwa dalam penanganan Pasien PJ Wali Kota itu, saat ini petugas Medis kurang lebih 20 orang telah menjalani proses isolasi mandiri meskipun dari hasil Rapid tes beraksi negatife, yang secara bersamaan dilakukan juga bagi keluarga pasien yang berkontak langsung, bahkan dirinya sebagai orang pertama yang memeriksaan sudah beberapa hari ini tidak lagi bertemu dengan anak istri, sampai juga telah mengambil cuti menjalankan tugas sebagai Direktur RSU Tidore.(mdm)

Komentar

Loading...