Sehari, Dua Warga Ternate Meninggal Dunia Terseret Banjir

Ilustrasi.

TERNATE-PM.com, Hujan deras dan banjir di Kota Ternate Kota Ternate, Selasa (10/5/2022) nampaknya tidak hanya memakan korban seorang bocah tiga tahun di Kelurahan Kalumpang.

Informasi yang dihimpun media ini, warga di Kelurahan Sasa, Ternate Selatan juga dihebohkan dengan meninggalnya Munawir Soleman (60) akibat terseret banjir hingga ke bibir pantai.

Salah satu saksi mata Rifan (25) mengatakan, awalnya sekitar pukul 14.00 WIT korban terlihat sedang mencuci beras di belakang kos-kosan yang terletak di pinggiran kali mati. Tidak berselang lama, Rifan melihat korban sudah terseret banjir ke arah laut.

Rifan yang terlihat panik langsung bergegas memanggil rekannya Rifaldi Said (22) sekaligus memberitahukan kepada warga sekitar. Sementara, Rifan berlari mengikuti arah sungai untuk membantu korban yang sudah hanyut.

Kata Rifan, sesampainya di pantai, ia sempat mencari jejak korban. Setelah itu, Rifaldi dan para warga pun telah tiba kemudian secara bersamaan melakukan pencarian terhadap korban. Saat pencarian dilakukan, Rifaldi kemudian melihat korban sedang hanyut dalam kondisi tidak sadarkan diri di bibir pantai.

"Dari situ, warga pun ikut untuk menyelamatkan korban memberikan pertolongan dan melarikan ke RSUD Chasan Boesiorie. Akan tetapi dalam upaya penyelamatan itu, saat sampai di RSUD Chasan Boesiorie, petugas medis menyampaikan kalau korban sudah tidak lagi bernyawa," ujarnya.

Kapolsek Ternate Selatan, IPTU Suherman saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Di mana korban meninggal dunia itu warga Kelurahan Sasa, RT 002/RW 001 Kecamatan Ternate Selatan.

"Jadi korban memang jatuh saat berada di belakang rumah," ucap Suherman.

Lanjut Suherman, korban ditemukan sempat dilarikan ke RSUD Chasan Bhisoeri. Hanya saja, pertolongan yang dilakukan warga itu tidak membawa hasil yang baik (korban sudah meninggal dunia).

Setelah mengetahui korban sudah meninggal dunia, warga kemudian membawa pulang ke rumah duka untuk dilakukan pemakaman.

"Korban sudah dimakamkan sekira pukul 19.30 WIT di kuburan umum Sasa," tandasnya.

Suherman juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Ternate khususnya wilayah hukum Polsek Ternate Selatan agar lebih waspada dengan kondisi cuaca saat ini.

"Terutama warga yang tinggal berdekatan dengan kali mati dan selokan, agar lebih berhati-hati. Intinya kita saling menjaga diri," pungkasnya.

Sebelumnya, pada pukul 14.00 WIT, warga di Kelurahan Kalumpang dihebohkan dengan tersertnya bocah tiga tahun di selokan hingga meninggal dunia.

Korban atas nama Muhammad Dafi putra sari pasangan Marus Yusuf (41) dan Wiwin M. Afsindi (37) itu bersama dua temannya sedang bermain di sekitar Puskesmas Kalumpang saat sedang hujan deras.

Korban diketahui terpeleset dan jatuh didalam selokan. Bocah malang itu terseret arus deras air sejauh 15 meter kemudian terjebak di penutup saluran. Korban sempat dilarikan di rumah sakit Dharma Ibu, namun nyawa korban tidak tertolong.

Kapolsek Ternate Utara IPTU, Samsul B Rosonging dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Samsul mengimbau kepada warga masyarakat Kota Ternate khususnya di wilayah hukum Polsek Ternate Utara untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di dekat kali mati dan tebing lokasi rawan bencana lainya.

“Mengingat kondisi cuaca masih belum bersahabat, kami minta supaya tetap waspada dan untuk orang tua agar selalu memperhatikan anaknya ketika bermain di luar rumah,” pungkasnya.

Komentar

Loading...