poskomalut, Tim penyidik Subdit Gakkum Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara tengah menyelidiki kasus laka laut di perairan Bibinoi, Bacan Timur Tengah, Halmahera Selatan.
Dalam kejadian tersebut melibatkan kapal PM Indriyani berukuran 6 GT yang bertolak dari pelabuhan Pasar Baru Babang menuju Pigaraja dengan membawa 59 penumpang.
Memasuki Teluk Bibinoi, kapal dihantam gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter, mengakibatkan air masuk ke dalam lambung kapal. Kapal-pun terbalik dan tenggelam.
Seluruh penumpang berhasil dievakuasi namun, Nurul Najwa, satu penumpang berusia 2 tahun meninggal dunia. Sisanya dalam kondisi selamat.
Sementara, salah satu penumpang belum ditemukan bernama Dr. Wildan (50), dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) di Universitas Khairun Ternate.
Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap satu korban hilang.
“Untuk insiden laka laut ini kami dari Polairud sudah melakukan penyelidikan,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara, Kompol Riki Arinanda saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).
Tim penyidik sudah memeriksa beberapa saksi termasuk penumpang dan motoris kapal. Termasuk sejumlah saksi lain akan dipanggil untuk dimintai keterangan, namun mereka masih trauma dengan kejadian tersebut.
Tidak hanya penumpang, tim penyidik juga akan periksa petugas Syahbandar dan Dishub yang bertugas pada hari insiden tersebut.
Disentil pada insiden tersebut ada kelalaian, Kompol Riki mengaku memang tim menemukan adanya kelalaian dari motoris.
“Memang ada kami temukan motoris ini lalai, hal itu kita temukan dari life jacket yang kurang sementara penumpang melebihi,” katanya.
Selain penyelidikan dalam kasus ini, anggota Polairud di Halmahera Selatan juga intens menyampaikan himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat terhadap kondisi cuaca maupun hal lain.
“Jelas kasus ini akan secepatnya kami gelar, karena sekarang masih dalam tahap penyelidikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan