Sembilan TKA PT NHM akan Dipulangkan

Rapat Komisi I DPRD Halut bersama Imigrasi Tobelo

TOBELO-PM.com, Sembilan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PT. NHM, siap untuk dipulangkan ke tempat asal mereka.  Ketua Komisi II DPRD Halut Irfan Soekonae, usai rapat dengan kantor Imigrasi mengatakan, pimpinan kantor Imigrasi Kabupaten Halut, mempertanyakan jumlah TKA yang masuk di Halut, guna mendorong pencegahan, pengawasan dan penanganan Virus Corona di Halut.

Dalam rapat itu, Imigrasi mencatat ada
sembilan TKA di PT NHM sudah terkonfirmasi akan dipulangkan. Selain itu, ada
juga 12 TKA asal Cina di PT Emerald itu belum bisa dipulangkan.

"Pemda dan DPRD belum bisa bertindak untuk mendesak PT Emerald agar memulangkan 12 TKA asal Cina, sebab ke 12 TKA itu berada sejak sebelum virus Corona menyerang Wuhan Cina," terangnya.

Menurutnya, TKA di PT. NHM itu sudah terkonfirmasi dari perusahan, bahwa bakal memulangkan sembilan TKA dari berbagai negara. Sementara untuk 12 TKA di PT Emerald dari hasil penjelasan Kantor Imigrasi memang mereka sudah berada di PT Emerald sejak wabah Virus Corona menyerang Wuhan Cina. Untuk menjaga antisipasi pencegahan, ke 12 TKA itu tidak dipulangkan, dan tetap diam ditempat kerja.

"Kita tidak bisa mengatasi
penyebaran virus Corona dengan memulangkan 12 TKA asal Cina itu, akan tetapi
dengan cara tetap memberikan penekanan agar tetap tinggal dan bekerja di
Perusahaan, sebagai langka untuk menetlasir," akhirinya.

Sementara
di Halmahera Barat (Halbar),
Pelaksana Tugas
(Plt) Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Barat Suwandi Hi. Gani dikeluarkan
dari ruang rapat Forum Konsultasi Publik d penyusunan Rencana Kegiatan Program
Daerah(RKPD) tahun 2021 yang berlangsung di Bapedda, Selasa (17/3).

Suwandi
yang tiba pada pukul 10:00 WIT di ruang Bapedda itu dengan niat mengikuti
agenda rapat tersebut, namun terpaksa dikeluarkan dari ruang rapat, karena Plt
Kadishub Halbar itu diketahui baru saja pulang dari perjalanan dinas luar
daerah.

Ketika
memasuki ruang rapat dan hendak duduk di kursi, seketika dihampiri Kadinkes
Halbar Rosfintje Kailengit dan mengarahkannya agar sementara keluar dari ruang
rapat.

Berdasarkan
informasi yang dihimpun, Peristiwa kurang mengenakkan dialami Suwandhi itu
sempat menjadi bahan perbincangan sejumlah peserta yang hadir, namun langkah
yang diambil Kadinkes tersebut merupakan bentuk antisipasi penyebaran virus
corona, setelah menindaklanjuti instruksi Bupati Halbar Danny Missy, Kepada
Pimpinan SKPD hingga perangkat Desa yang tidak diperkenankan melakukan
perjalanan dinas keluar daerah selama 14 hari kedepan.

Asisiten
II Setda Halbar Vence Muluwre mengungkapkan, mengantisipasi penyebaran virus
corona tersebut telah ditindak lanjuti melalui rapat bersama jajaran
Forkopimda, dengan menetapkan status siaga. Dikatakanya, wilayah Halbar
merupakan pintu masuk akses melalui jalur laut baik dari Kota Manado dan
Maluku, jadi Pemda Halbar tentu mengambil sikap serius dalam mengantisipasi
penyebaran Covid-19.

“Wilayah
Manado juga masuk peta penyebaran virus corona, bayangkan banyak anak-anak kita
yang sekolah diluar daerah, saat ini sudah ada beberapa wilayah yang meliburkan
sekolah-sekolah tentunya juga harus ada langkah ikhtiar dari kita semua,”
pintanya. (mar/tim)

Komentar

Loading...