poskomalut.com
baner header

Seorang Warga Dianiaya Polisi Karena Dituding Pencuri Uang

Kapolres : Pelaku Sudah Diperiksa Propam

WEDA-PM.com, Dituding mencuri uang Rp 150 juta milik warga, seorang pria bernama Rais D Gassing (36) warga  Kluting Jaya Kecamatan Weda Selatan, dianiaya seorang oknum Polisi yang bertugas di Pol Subsektor Weda Selatan.

Akibat perbuatan semenah-menah oknum polisi tersebut, Rais mengalami rasa sakit pada bagian jidat serta perut. Kepada wartawan, korban mengisahkan kejadian bermula ketika beberapa oknum polisi mendatangi dia dan seorang rekannya di rumah.

Kehadiran oknum polisi tersebut untuk menjemput mereka berdua. Sebab, informasi beredar keduanya diduga melakukan pencurian uang di rumah milik mas Pur dan Mbak Sri. Sebelum digiring ke kantor polisi keduanya lebih dulu di interogasi.

“Kami ditanya dari mana. Kami juga dibilang  jadi pengedar miras. Padahal kami bukan penjual miras. Lalu kami persilahkan polisi menggeledah seisi rumah. Namun tidak mendapat miras. Tidak puas dengan itu Polisi kembali bertanya dengan tuduhan kami pencuri uang milik warga. Kepada polisi kami sampaikan tidak mencuri uang. Meksipun pak polisi  pukul tapi kami tidak mencuri,” ungkap Rais kepada wartawan, Rabu (12/8).

Selanjutnya polisi berpangkat Bripka itu bersama rekanya membawa para korban ke rumah warga yang kehilangan uang tersebut.

Di rumah tersebut mereka berdua diperlihatkan sebuah kotak. Hanya saja, menurut keterangan korban mereka tidak mengetahui kotak itu. “Kami juga dipertemukan dengan pemilik rumah. Pemilik rumah mengatakan bahwa yang mengambil uang teman saya yang bernama Mansur. Uang yang hilang itu Rp150 juta,” jelasnya.

Setelah itu, dia (Korban) dan rekanya dibawa ke kantor polisi guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Menurut keterangan korban, pada saat pemeriksaan mereka didesak dan dipaksa untuk mengakui uang Rp150 juta milik mas Pur dan Mbak Sri itu dicuri oleh mereka berdua. “Kami pun memberi jawaban serta membantah apa yang dituduhkan. Bahwa kami tidak melakukan perbuatan pencurian di rumah milik Mba Sri dan Mas Pur,” lanjutnya.

Lantaran korban tidak mengakui oknum polisi berinisial Mar itu naik pitam dan melakukan penganiayaan dengan cara menonjok pada bagian muka dan dada korban.

“Keluarga saya tidak terima apa yang dituduhkan dan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi kepada saya. Saya ini saksi bukan yang diduga telah melakukan pencurian. Yang dituduhkan itu teman saya bernama Mansur. Kenapa saya diminta keterangan lalu dianiaya dan disuruh mangakui perbuataan apa yang dituduhkan,”papar korban.

Senada dengan Rais, Mansur juga menyampaikan hal yang sama. Menurut Mansur mereka berdua diperiksa mulai dari rumah dengan tuduhan awal penjual miras. Dan kemudian tuduhan mencuri uang.

“Tapi disaat kami persilahkan polisi geledak isi rumah tidak ditemukan miras. Bukan itu saja, kami berdua juga ditanya tentang uang milik Mba Sri Dan Mas Pur yang hilang. Kami menjawab tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepada kami,”ungkap Mansur menambahkan.

Mansur menceritakan, ciri-ciri pelaku yang mencuri uang milik mas pur dan mbak sri berkulit hitam dan berambut keriting. Kebetulan ciri-ciri yang dimaksud sama seperti postur tubuhnya sebagaimana yang dituduhkan. “Jadi kami sempat ditahan selama satu malam. Nanti pada Selasa (10/8) kemarin baru kami dilepas, “terangnya.

Kapolres Halteng AKBP Nico Setiawan dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kapolres mengatakan, oknum polisi tersebut saat ini diperiksa Propam Polres Halteng. “Iya, lagi diperiksa Propam Polres,”ucap Kapolres singkat ketika dikonfirmasi. (msj/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: