poskomalut.com
baner header

Sesepuh Loloda Lapor Frans ke Polda

Gara-gara Bilang Orang Loloda Bodoh

TERNATE-PM.com, Bupati Halmahera Utara (Halut) Frans Manery harus berurusan dengan hukum. Ini karena ketua  Golkar Halut itu dilaporkan sejumlah sesepuh orang Loloda yang ada di Kota Ternate ke Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut).

Mewakili sesupu Loloda, Ishak Rajak mengatakan pihaknya melaporkan Bupati Frans Manery ke Polda Malut dengan aduan diduga Frans Manery telah menyampaikan peryataan bahasa yang menyinggung etnis orang Loloda yang di anggap bodoh. “Hari ini kami segera masukan laporan ke kantor Ditreskrimum Polda Malut,” kata Ishak kepada wartawan di kediamanya Selasa (15/9).

Ishak menunturkan, dengan laporan tersebut Bupati Halut Frans Manery diduga telah melanggar pasal 4 huruf b undang-undang nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Oleh karena itu orang Loloda merasa tersinggung terkait dengan pernyataan Bupati Halut Frans Manery yang menyebut kalau orang Loloda itu bodoh hal ini sangat menyinggung orang Loloda secara keseluruhan untuk tidak akan ada toleransi bagi Frans Manery terkait dengan kata-katanya.

“Intinya Frans Manery hari ini akan kami laporkan dia ke Polda Malut agar tetap di proses secara hukum,” tegas Ishak.

Bahkan, Ishak menjelaskan, masalah ini bermula ketika Bupati Halut Frans Manery menghadiri acara bantuan sosial untuk para patani di Kecamatan Kao Barat dalam acara tersebut Bupati menyampaikan pidatonya secara ekspedisi di hadapan masyarakat. Frans juga membuat taan intimidasi kepada warga Loloda itu saya kalah 5 tahun Ialu. Kita me pande, tara bodo sama dorang tentu ini sangat intimidasi kepada orang Loloda.

“Tentu ini sangat merugikan kepada semua orang Loloda secara keseluruhan oleh karena itu kami tetap di laporkan ke Polda Malut,” pungkasnya.

Diketahui, Bupati Kabupaten Halut Frans Manery dalam keterangan video viral tersebut, kita baru bikin dia pe jalan. Dia pe jambatan belum. Kita Kase tunggu. Ngoni tunggu ngoni tara pilih jambatan tara jadi. Sekarang ngoni tara pilih itu so talalu sudah. Salam untuk kades-kades e. Apalagi kemarin saya so badaftar. Saya kase tahu saya so badaftar kades. Loloda itu jang Iupa, itu saja.

Disisi lain dugaan ancaman dan penghinaan yang dilakukan Bupati Halut, Frans Manery dalam video viral berdurasi 1 menit di sosial media dikecam oleh Ketua Paguyuban Kerjaan Loloda, Mustafa Mansur. Pernyataan Bupati yang bertarung kembali dalam pemilihan bupati 2020 itu dinilai diskriminatif dan bisa dipidana.

Mustafa bilang, perkataan Pak Bupati “Kita me Pande tra bodoh sama dorang” jika disandarkan pasal Pasal 4 huruf b angka (2) UU No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis yang berbunyi, Tindakan diskriminatif ras dan etnis (2) yang menerangkan bahwa berpidato, mengungkapkan, atau melontarkan kata-kata tertentu di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat didengar orang lain.

Mustafa menjelaskan, setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500 juta.

Mustafa mengaku, jika dikaitkan dengan penghinaan Pasal 315 KUHP yang menerangkan bahwa “Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,” ujarnya.

“Sehingga menurut pemahaman hukum saya jika perbuatan menghina suku itu dilakukan dengan cara mengungkapkan atau melontarkan kata-kata tertentu yang menunjukkan kebencian pada ras dan etnis tertentu, maka pelakunya dapat dipidana,” tutupnya.(nox/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: