Soal Bantuan Sembako, Pemerintah Provinsi Malut Dinilai Tak Paham Aturan

Sekkot Ternate Thamrin Alwi

TERNATE-PM.com, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dinilai tidak paham aturan, pasalnya distribusi bantuan sembako yang diberikan provinsi di lapangan bisa mengundang kegaduhan, karena jika penerima bantuan dobel maka bakal ada kekacauan di masyarakat.

Sekretaris Gugus tugas Covid 19 Kota Ternate Tamrin Alwi, mengakui hingga saat ini, Pemerintah Kota Ternate sedikit terlambat dalam Penyaluran Sembako ke masyarakat dibandingkan Kabupaten Kota lain, hal ini dikarenakan Kota Ternate banyaknya jumlah jiwa masyarakat dan bervariasi.

Menurutnya, ada pun data-data masyarakat miskin dan masyarakat berdampak Covid-19 akan tapi, lagi-lagi data tersebut ketika disisir, ada dari pihak provinsi sudah duluan membagikannya.

Sementara, distribusi yang dilakukan pihak provinsi tidak pernah berkordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate, jika nanti pemerintah Kota juga menyalurkan bantuan dan terjadi dobel bantuan, ini busa bermasalah di lapangan, karena ada sebaguin dapat dua kali dan sabagian satu kali pasti bakal terjadi masalah. "Data yang diberikan tingkat kecamatan itu tidak pernah disampaikan kepada pemerintah kota, sehingga takutnya nanti diberikan sembako ini terjadi double atau ada yang mendapat dua kali, ini bisa bermasalah dimasyarakat,"kesalnya.

Provinsi kalau mau lakukan penyaluran setidaknya berkordinasi dengan pemkot Ternate biar tidak membuat gaduh."Kami harapkan mungkin kedepankan mohon kiranya dari provinsi apabila distribusi bantuan ke kecamatan tolong diberikan tembusan antara gugus, sehingga jangan menimbulkan rancu data di lapangan,"ujarnya.

Ia mengaku bahwa, semua struktur gugus itu sudah diatur baik dari tingkat Pusat hingga pada Kabupaten kota dengan tujuan agar ada langkah korfinasi yang baik, bukan sesuka hati.

"Sebenarnya secara struktural Camat itu bukan dibawahnya langsung provinsi, tetapi dibawa Pemerintah Kota, kenapa sehingga dibentuk posko gugus secara berjenjang dari pusat provinsi sampai di kabupaten kota artinya bahwa langkah-langkah koordinasi kita perlu ditingkatkan sehingga kita bisa memperkecil permasalahan-permasalahan yang terjadi,"kesalnya. (Cha/red)

Komentar

Loading...