poskomalut.com
baner header

Soal Pemblokiran DAK, Ini Penjelasan Kadis PUPR Ternate

TERNATE-PM.com, Polemik terjadinya pemblokiran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 64 miliar, milik Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate oleh Pemerintah Pusat di tahun ini, yang terus di soalkan oleh Pj Wali Kota Ternate, Hasyim Daeng Barang

Bahkan pemblokiran ini, lantaran adanya dugaan mengarah ke sala satu oknum di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, yang belum menyelesaikan temuan DAK pada 2020 kemarin

Hal tersebut langsung ditanggapi baik oleh Kadis PUPR Kota Ternate, Risval Tri Budianto. Risval kepada Poskomalut.com, Kamis (22/4/2021) menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diluruskan agar tidak ada bias tentang image di masyarakat.

“Pertama mungkin kita semua harus menahan diri apalagi sekrang bulan ramadhan, marilah kita mengendalikan emosi atas cobaan yang diberikan Allah SWT di bulan ini,”ucapnya

Yang Kedua, menurutnya terkait dengan ketidakhadiran dirinya dalam rapat Rabu kemarin. Dirinya tidak hadir akan tetapi ada Sekretaris PUPR yang mewakili, karena masalah tersebut juga diketahui satu kantor, sehingga itu dirinya tidak mengelola masalah kantor secara pribadi, akan tetapi dikelola dengan keterbukaan.

“Dan dengan kehadiran pak sekertaris kami (PUPR) kemarin juga menjelaskan tentang inti masalah yang terjadi,”ujarnya

Lanjutnya, dari laporan Sekekertaris PUPR keliatan bahwa ada dua masalah besar yang menjadi dasar tertahannya DAK di pusat dan lebih jelas lagi bisa ditanyakan ke pihak KPPN, agar tidak menjadi bias jika dirinya yang menjelaskan.

“Intinya ada dua yakni pertama adanya kegiatan DAK yang sudah selesai namun pembayarannya dilakukan di 2021, dan yang kedua adalah tidak terserapnya anggaran DAK Sanitasi 2020 di kita,”jelasnya

Bahkan ia bilang, menyangkut dengan copot mencopot bagi dirinya no problem, jabatan bagi dirinya adalah ujian dan ketika ujian di akhiri harusnya kita mengucapkan hamdallah.

“Tak ada jabatan yang perlu dipertahankan mati-matian didunia ini., tiap orang punya masa, tiap masa punya orang dan semuanya pasti berakhir,”ungkapnya

Ia menambahkan, terkait dengan pendapat ketidakcocokan dirinya dengan kepala bidang, janganlah terlalu cepat mengambil simpulan tanpa melihat alur cerita dari seluruh frame. Marilah kita bersihkan hati, agar tidak ada simpulan yang sifatnya menyalahkan pihak lain terlebih lagi ini bulan ramadhan dan dirinya menepiskan itu

“Ibarat mesin, kita bergerak sebagai satu kesatuan tak ada persoalan cocok tidak cocok dan alhamdulillah dalam pelaksanaan tugas semua menjalankan tugas seluruh persoalan persoalan pribadi dikesampingkan, persoalan tidak cairnya DAK karena alasan teknis, bukan soal cocok tidak cocok,”akunya

Ia mengungkapkan mungkin yang terakhir dengan perhatian besar Pj Wali Kota, ke pihaknya itu luar biasa bagi dirinya, niat baiknya pasti tujuannya adalah memperbaiki kinerja pihaknya memperbaiki kinerja infrastruktur kota dan itu begitu luar biasa kami ucapkan terima kasihlah atas perhatian yang diberikan

Seraya ia menjelaskan kembali pemblokiran DAK ini, bukan hal baru. Karena ini sudah menjadi hal biasa dan sangat normatif pemblokiran dari pusat, apalagi lagi tender proyek terlambat itu pasti di tunda di pusat

“Tahun lalu ada tiga kegiatan DAK yang juga dipending, karena belum di input ke omspan, sehingga dimasukan ke DAK tambahan,”pungkasnya.

Disisi lain salah satu pejabat KPPN Malut bidang pengelola data DAK Kota Ternate, Rohim mengaku tahun ini belum ada proses tender yang bersumber dari DAK untuk Pemkot Ternate. Bahkan dirinya juga mengaku tak mengatahui jelas masalah DAK 2020 kemarin milik Dinas PUPR Kota Ternate

“Saya ini orang baru di KPPN, baru jabat di tahun ini, sehingga persoalan tahun 2020 kemarin,  saya kurang mengetahui jelas. Namun pastinya DAK tahun ini untuk Ternate belum ada yang keluar dari pusat,”katanya mengahiri.(Sm/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: