Soal Tuntutan Ganti Rugi Warga Lede, PLN Taliabu Mengacu Pada Permen

ilustrasi minta ganti tugi

TALIABU-PM.com, Kepala PLN Ranting Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), Ilfan T mengatakan, persoalan tuntutan ganti rugi warga Lede, kerusakan TV dan prabot eletronik yang diduga akibat dari pemadaman listrik yang tidak beraturan akan mengacu pada peraturan pemerintah (Permen).

"Terkait ganti rugi, saya menyerahkan sepenuhnya kepada PLN Area Ternate, dalam hal ini manejer area bagaimana solusinya untuk menggantikan hal ini. Ah torang mengacu pada aturan-aturan yang ada kalau PLN ganti rugi itu bagaimana aturannya, sesuai dengan aturan itukan di dalam Permen sudah ada bahwa, ganti rugi itu disebabkan karena apa dulu karena jariangan, alam kecuali kelalaian katorang (PLN)," jelas Ilfan T kepada awak media, Senin, (13/1/2020).

Dia mengaku, belum
mengetahui pasti penyebab kerusakan terlivisi dan prabot eletronik yang dituntu
warga Lede. “Kalau bilang rusak karena lampu mati-mati, masyarakat Bobong juga
begitu Lampu kadang-kadang mati, kadang-kadang dia menyalah karena, bisa juga
gangguan alam, pohon dan segala macam,” jelasnya.

Dia mengaku,
permasalahan ini akan berkoordinasi dengan masyarakat. Jika kerusakan TV maka
pasti  ke pembangkit. “Torang punya
pembangkit itu sudah berapa biji yang rusak, dan harga generator itu, puluhan
juta jadi, kalau mau ganti rugi torang juga di lemah, apakah torang punya biaya
untuk mau ganti rugi itu, torang disinikan rekening cuma berapa, tidak ada
untungnya," ucapnya sambill mengukur jumlah pelanggan PT.PLN di Taliabu.

Dia mengatakan, akan mendatangkan tim dari Ternate untuk sosialisasi, biar PLN tidak selalu disalahkan. “Kita mencari titik temu supaya masyarakat Lede juga tidak dirugikan, PLN juga tidak merasa dirugikan. Saya juga kalu mau ke Lede, butuh koordinasi jaminan keamanan untuk diri saya dan teman-teman, supaya jangan sampai di sana kalau ada masalah. Segala sesuatu harus saya koordinasi dengan Ternate, apakah saya bisa kesana atau tidak, ah tenate bilang jangan dulu, keadaan ini belum stabil betul, jangan sampai terjadi sesuatu, siapa yang tangung jawab," ujarnya. (Cal/red)

Komentar

Loading...