Sopir Angkot Ternate Lakukan Aksi Mogok Tuntut Fasilitas Terminal

Puluhan Angkutan umum kota (Angkot).

TERNATE-PM.com, Ikatan Solidaritas Sopir Angkot Penumpang (ISSAP) Kota Ternate kembali turun ke jalan pada Selasa, (25/02/2020). Masa melakukan aksi di depan kantor Dishub kota Ternate dengan memarkirkan puluhan mobilnya diruas jalan, dari arah utara menuju selatan, menyebabkan jalur tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan lain.

Atas
aksi tersebut arus lalulintas yang biasanya menggunakan dua jalur akhirnya
harus dialihkan menjadi satu jalur yaitu dari arah selatan menuju utara saja. Para sopit angkot tersebet menuntut fasilitas di Terminal Pasar Gamalama, yang dinilai belum bisa
untuk dilakukan pengangkutan maupun menurunkan penumpang di dalam Terminal.

Suasana saat dilakukan hearing bersama ISSAP dan Dishub Kota Ternate

Selain
keluhkan fasilitas yang dinilai belum bisa digunakan, massa juga mempersoalkan
aktivitas ojek yang sering mengangkut penumpang di depan Jatiland Mall dan
pasar Higienis Gamalama.

Kepada
poskomalut.com , Ketua ISSAP kota Ternate, Muhammad Elly mengatakan, aksi yang
dilakukan terkait fasilitas terminal yang dianggap belum memenuhi syarat untuk menaikkan
dan menurunkan penumpang di dalam terminal Pasar Gamalama. "Di dalam
terminal kan fasilitas buat penumpang seperti ruang tunggu juga belum ada jadi
penumpang otomatis tidak mau masuk ke dalam," ungkapnya.

Elly
menambahkan, selain persoalan fasilitas, para sopir juga permasalahkan tukang
ojek yang biasanya parkir dan mengangkut penumpang di sepanjang jalan depan
pasar Higienis Gamalama. Kendaraan roda dua yang biasanya parkir di sepanjang
jalan dinilainya bersama para sopir lain yang menjadi salah satu faktor
penumpang tidak masuk ke dalam terminal. Setelah dilakukan hearing dengan pihak
Dinas Perhubungan (Dishub) kota Ternate, ada beberapa kesepakatan yang kemudian
telah disepakati bersama dengan pihak ISSAP. "Tadi setelah dilakukan
hearing, ada beberapa kesepakatan yang telah disepakati. Pertama kendaraan ini
masuk ke dalam terminal untuk mengangkut dan menurunkan penumpang. Kesepakatan
kedua itu harus kendaraan roda dua tidak ada di sepanjang depan pasar higienis
itu supaya penumpang bisa jelas masuk ke dalam Terminal, intinya di situ,"
tegasnya.

Selain
itu, selaku penasihat ISSAP Sarman Sarode,
yang juga mengikuti aksi dan melakukan hearing bersama Dishub mengatakan, selain keluhkan fasilitas
di dalam terminal, para sopir juga keluhkan penumpang yang tidak masuk ke dalam
terminal yang menyebabkan pendapatan sopir menurun. Untuk itu, para sopir juga
meminta agar diberikan tempat parkir untuk bisa mengangkut penumpang di luar
terminal. "Para Sopir yang 
melakukan aksi,
karena merasa bahwa ketika aktivitas dia turunkan penumpang tidak ada yang naik,
sehingga mereka meminta kebijakan minimal untuk trayek Jambula dan Sasa itu
bisa ada parkiran di luar. Berdasarkan kesepakatan, bisa ada parkiran di luar
itu dua kendaraan saja, itu di depan Mall tapi samping utara sekitar 15 meter
dari jembatan," terangnya.

Sarman
menambahkan, para Sopir juga menuntut agar petugas Dishub tetap menjaga arus
penumpang dari depan Jatiland Mall sampai pasar higienis agar tidak ada lagi
kendaraan roda dua yang mengambil penumpang di lokasi tersebut. Hal ini
dilakukan agar masyarakat yang telah melakukan aktivitas baik di Mall, maupun pasar bisa langsung
menuju ke terminal. "Kesepakatannya adalah Dishub juga harus ada
pengawasan 24 jam supaya tidak ada lagi sopir yang melanggar aturan yang telah
dibuat. Jadi,
para sopir sepakat masuk ke Terminal dan tidak ada lagi angkutan alternatif
lain yang bisa menghambat arus penumpang ke Terminal," ungkapnya.

Saat
dikonfirmasi poskomalut.com, Sekertaris Dishub, Fahrudin membenarkan
kesepakatan yang telah dibuat bersama para Sopir agar tidak lagi ada kendaraan
roda dua, yang melakukan
pengangkutan penumpang sepanjang jalan Pasar Higienis dan Jatiland Mall.
"Mulai besok kami sudah perlakukan peraturan tersebut, jadi sudah tidak
bisa lagi ojek mengangkut penumpang dilokasi tersebut, dan petugas akan menjaga
disitu selama jam pelayanan," tegasnya.  (OP-red)

Komentar

Loading...