Tak Ada Pengurangan Jadwal Penyebrangan Ternate-Tidore-Halsel

Kepala Balai Kota Ternate Muhammad Nuryadi

TERNATE- PM.com, Pelayanan penyebrangan transporatsi baik itu Ternate-Tidore, Ternate-Halsel tidak ada pengurangan jadwal Kapal maupun Speet Boat.

"Penyebrangan normal seperti biasanya,"ungkap Kepala Balai Kota Ternate Muhammad Nuryadi kepada poskomalut.com, Rabu, (13/5/20).

Nuryadi mengatakan, kondisi situasional penyebrangan ini sifatnya komersil bukan subsidi perintis, sehingga tidak ada pengurangan jadwal untuk penyebrangan rute Ternate-Tidore.

"Penyebrangan rute Ternate-Tidore tidak ada pengurangan jadwal sama seperti sebelumnya akan tetapi penyebrangan tersebut hanya untuk logistik," jelasnya.

Kata Nuryadi, pelabuhan penyebrangan yang melayani Tikep yaitu pelayanan bastiong-sofifi, bastiong-rum, bastiong-gita sama sofifi-dowora jadi ada empat penyebrangan. Dari keempat wilayah ini merupakan wilayah Tikep artinya walikota melalui gugus tugasnya bahwa penyebrangan keempat rute ini dibatasi untuk penyebrangan orang, namun tidak dibatas untuk melayani angkutan logistik.

"Jadi empat pelayanan tadi tidak terjadi perubahan apapun tetap melayani normal, tidak ada pengurangan jadwal akses penyebrangan, besok pun kita tetap On skejul cuma kita tidak melayani penumpang hanya melayani angkutan barang," tegasnya.

Nuryadin juga menjelaskan, semisalnya nanti ada jadwal yang berubah akan membicarakan dengan para operator, karena beda denga perintis karena ini sifatnya komersil. "Operator kami ajak diskusi pertimbangan mereka seperti apa. Tapi pertimbangan keputusan ada di BPTJ,"ujarnya.

Yang perlu masyarakat ketahui adalah Orang, Mobil, dan Motor tidak boleh melakukan penyebrangan di daerah yang sudah dilakukan pembatasan penyebrangan, kecuali sesuai dengan SE gugus tugas nasional No. 4 seperti ASN, TNI, POLRI itupun harus menunjukan surat perintah dari instansi terkait.

Terkait dengan waktu penyebrangan Nuryadi bilang, itu sesuai dengan permintaan daerah, Kalau untuk operasional penyebrangan Ternate-Tidore mulai dari jam 06.00-18.00 Wit.

"Sementara untuk ke sofifi itu satu hari 4 kali Kros yaitu 8 kali penyebrangan. Sebenarnya yang normal 14 kali karena dibatasi dari jam 06.00 sampai 18.00 Wit sehingga menjadi 8 kali penyebrangan sama halnya penyebrangan Ternate-Rum, dan untuk perjalanan ke Gita itu khusus karena demanya kecil yaitu perjalananya seminggu sekali hanya hari sabtu. Karena pelajaran sekita 5 jam baru tiba gita," katanya.

Sementra itu kata, Nuryadi untuk penyebrangan Ternate-Halsel tidak ada pembatasan sesuai dengan skejul/jadwal kapal. "Tidak ada pembatasan untuk penyebrangan Ternate-Halsel kita tetap melakukan pelayanan terus walaupun menjelang Lebaran," ungkapnya.

Untuk saat ini belum ada pembatasan penyebrangan Terante-Halsel karena belum ada kebijakan daerah yang meminta, namun untuk sekarang yang ada hanya pembatasan penumpang 50 persen karena harus adanya pisikal distencing di atas kapal.

Sesuai dengan kebijakan kementrian selama gugus tugas tidak melarang untuk melakukan pelayaran maka kita tidak bisa melarang. "Saat ini kita masih on skejul penyebranga kapal, mungkin hanya dibatasi penumpang tetapi barang selalu jalan. jika pemerintah daerah setempat belum mengambil kebijakan untuk melakukan penyebrangan maka pelayananya penyebrangan terus berjalan,"tandasnya. (Ris/red)

Komentar

Loading...